megaswaranews.com, Bogor – Pemerintah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, tengah menyiapkan program One Day One Juz sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran.
Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan pihaknya akan menggodok konsep program tersebut sebelum menyosialisasikannya kepada masyarakat. Program itu nantinya mendorong umat Muslim, khususnya pelajar dan anak-anak, untuk rutin membaca dan mempelajari Al Quran.

Andri juga mengimbau masyarakat Jonggol untuk memanfaatkan waktu setelah Magrib hingga menjelang Isya dengan kegiatan membaca Al Quran. Ia meminta para orang tua mengawasi anak-anak agar tidak menggunakan gadget pada waktu tersebut.
“Kami mengimbau dan meminta tolong kepada orang tua agar mengawasi anak-anak mereka setelah Magrib hingga saat Isya. Untuk meninggalkan gadget atau HP dan difokuskan dengan kegiatan membaca Al Quran, atau tadarus, ngaderes Al Quran,” kata Andri.
Andri menyampaikan hal tersebut setelah membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Jonggol pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Jonggol.
Menurut Andri, pelaksanaan MTQ tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al Quran dan Rasulullah, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya syiar Islam dan juga meningkatkan kemampuan baca tulis huruf Al Quran di tengah masyarakat,” ujarnya.
14 Desa Ikuti MTQ Kecamatan Jonggol
Sebelum mengikuti pembukaan MTQ, para peserta terlebih dahulu melakukan pawai taaruf dengan berjalan kaki dari GOM Jonggol menuju Aula Kecamatan Jonggol. Jaraknya sekitar setengah kilometer.
Dari 14 desa yang berada di Kecamatan Jonggol, sebanyak 10 desa mengikuti pawai taaruf tersebut. Ratusan peserta turut memeriahkan kegiatan.
Sementara itu, jumlah peserta MTQ mencapai 190 orang. Panitia membagi peserta ke dalam kategori anak-anak, remaja, dan dewasa, baik putra maupun putri.
Untuk menilai kemampuan peserta, panitia melibatkan sekitar 25 dewan hakim. Mereka menilai sejumlah aspek, di antaranya tajwid, suara, irama, dan fasohah.
Pada kategori remaja, peserta mendapat pilihan bacaan mulai dari Juz 1 hingga Juz 20 dengan durasi maksimal enam menit. Sementara kategori dewasa mendapatkan pilihan bacaan hingga Juz 30 dengan durasi maksimal tujuh menit.
Andri berharap pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Jonggol dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang nantinya mewakili Jonggol pada MTQ tingkat Kabupaten Bogor.
Selain lomba membaca Al Quran, panitia juga menggelar lomba kaligrafi huruf Arab.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir qori dan qoriah terbaik dari wilayah Jonggol yang nantinya bisa mewakili pada kegiatan lomba yang sama di tingkat Kabupaten Bogor,” pungkas Andri.
(edi)















