Megaswaranews.com, SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kasus pria yang mengaku sebagai wartawan dan terlibat keributan dengan pihak SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Pemprov Jawa Barat melalui Tim Hukum Jabar Istimewa memberikan pendampingan hukum kepada pihak sekolah dalam proses penanganan perkara tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026. Seorang pria mengadu argumen dengan pihak sekolah dan diduga meminta sejumlah uang. Video kejadian kemudian viral di media sosial.
Anggota Tim Hukum Jabar Istimewa, Muhammad Rafi’i Nasution, mengatakan tim datang menemui Kepala SDN 2 Sukaraja atas arahan Dedi Mulyadi.
“Kami sudah bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja atas perintah Bapak Gubernur. Tim Hukum Jabar Istimewa hadir untuk mendampingi perkara ini,” ujar Rafi’i.
Tim hukum juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau perkembangan kasus dan memastikan hak pihak sekolah tetap terlindungi.
Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaini mengatakan polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui motif pelaku, termasuk dugaan permintaan uang.
“Motifnya masih kami dalami karena kami masih memeriksa para saksi. Dugaan adanya permintaan uang juga masih dalam proses penyelidikan,” kata Aguk.
Pemprov Jawa Barat menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum. Pemerintah berharap pendampingan tersebut memberi rasa aman kepada guru dan menjaga lingkungan sekolah dari intimidasi.
(Iqbal Bakar)














