Megaswaranews.com, CINANGKA – Sejumlah warga Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengaku tertipu arisan fiktif. Warga memperkirakan total kerugian mencapai hampir Rp1 miliar.
Warga menduga pasangan suami istri berinisial D dan A mengelola arisan tersebut. Kini, keduanya tidak lagi berada di rumah terakhir mereka di Kompleks Griya Salam Endah.
D dan A sebelumnya mengajak warga mengikuti arisan harian. Peserta menyetor uang mulai Rp20 ribu hingga Rp2,5 juta setiap hari.
Untuk menarik peserta, pengelola menawarkan keuntungan berlipat. Sejumlah warga juga menyerahkan emas dan barang berharga lainnya.
Masalah muncul saat peserta meminta uang mereka. D dan A kemudian sulit dihubungi. Warga menduga keduanya meninggalkan rumah.
Salah seorang korban, Nurul, mengatakan warga sudah mendatangi Polsek Ciampea untuk melaporkan kasus tersebut. Polisi meminta warga melengkapi bukti dan dokumen pendukung.
“Kasusnya banyak, tapi kita bikin laporan khusus arisan. Totalnya Rp39 juta kurang lebih. Itu sekitar 64 orang yang ditipu. Iming-imingnya seperti bicara manis, gestur badannya juga meyakinkan, orangnya baik, dan membawa nama agama.”
Menurut warga, D dan A sudah tinggal di Desa Cinangka selama enam hingga tujuh tahun. Warga juga menyebut keduanya beberapa kali berpindah tempat tinggal.
Warga meminta polisi segera mencari keberadaan D dan A serta mengusut dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.
(mande)














