megaswaranews.com, Sukabumi – Bhakum Series buku tentang kematian dan kehidupan menjadi salah satu karya yang mengangkat tema kesadaran diri, spiritualitas, dan makna kehidupan dari sudut pandang yang inklusif. Gagasan tersebut diperkenalkan melalui buku Kematian dan Seni Mati Selagi Hidup, salah satu karya Bhakum Series yang membahas refleksi mengenai kematian dan kehidupan.
Kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya komunitas Bhakum Series dalam memperkenalkan pengetahuan spiritual kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat inklusif, non-religius, serta tidak terikat pada kepentingan politik, ras, maupun dogma tertentu.
Bhakum Series dan Gagasan tentang Kematian dan Kehidupan
Bhakum Series merupakan komunitas nirlaba yang bergerak di bidang edukasi dan pengembangan kesadaran manusia. Komunitas ini memiliki komitmen untuk berbagi pengetahuan spiritual yang diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani kehidupan dengan lebih sadar, bahagia, dan bermakna.
Salah satu tema yang menjadi perhatian Bhakum Series adalah hubungan manusia dengan kehidupan dan kematian. Melalui buku dan berbagai kegiatan diskusi, komunitas ini mengajak pembaca untuk melihat kembali pemahaman tentang diri, kehidupan, serta makna keberadaan manusia.
Bagi Bhakum Series, pembahasan mengenai kematian tidak hanya berkaitan dengan akhir kehidupan. Tema tersebut juga dapat menjadi ruang refleksi untuk memahami bagaimana seseorang menjalani kehidupannya saat ini.
Buku Kematian dan Seni Mati Selagi Hidup
Salah satu karya yang diperkenalkan Bhakum Series adalah Bhakum Series 01.24 dengan judul Kematian dan Seni Mati Selagi Hidup.
Judul tersebut secara langsung membawa pembaca pada tema kematian sekaligus menghubungkannya dengan cara manusia menjalani kehidupan. Konsep “mati selagi hidup” menjadi gagasan yang dapat mengajak pembaca melakukan perenungan terhadap kesadaran dan keberadaan dirinya.
Buku ini menjadi bagian dari karya Bhakum Series yang berupaya menghadirkan pembahasan mengenai hakikat kehidupan, kesadaran diri, dan pencarian makna kepada berbagai kalangan.
Buku Kedua Bhakum Series tentang Manusia dan Kehidupan
Selain Kematian dan Seni Mati Selagi Hidup, Bhakum Series juga menerbitkan Bhakum Series 02.25 berjudul Manusia: Lautan dalam Secangkir Kopi.
Kedua buku tersebut diperkenalkan dalam kunjungan perwakilan Bhakum Series ke MGS TV dan Radio Megaswara Sukabumi. Buku-buku tersebut diserahkan kepada manajemen media sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan terhadap gagasan yang dibawa komunitas.
Jika buku pertama secara eksplisit mengangkat tema kematian dan kehidupan, buku kedua menghadirkan refleksi mengenai manusia melalui judul Manusia: Lautan dalam Secangkir Kopi.
Keduanya menjadi bagian dari karya Bhakum Series yang membawa tema besar berupa kesadaran manusia, pemahaman diri, spiritualitas, dan pencarian makna kehidupan.
Kunjungan Bhakum Series ke MGS TV dan Radio Megaswara Sukabumi
Perwakilan Bhakum Series, yakni Lolitha, Septi, dan Ahin, melakukan kunjungan ke MGS TV dan Radio Megaswara Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, mereka menyerahkan dua buku karya Bhakum Series kepada pihak manajemen media. Perwakilan komunitas diterima langsung oleh Station Manager MGS TV, Hendi Adam, bersama Wakil Pemimpin Redaksi MGS TV, Edwin Suwandana.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Bhakum Series untuk memperkenalkan latar belakang komunitas sekaligus menjelaskan gagasan yang dibawa melalui berbagai karya dan kegiatan.
Kunjungan itu juga menjadi ajang silaturahmi antara komunitas dan insan media di Sukabumi.
Apa yang Dibahas dalam Karya Bhakum Series?
Secara umum, Bhakum Series menghadirkan karya dan kegiatan yang berkaitan dengan beberapa tema utama, antara lain:
- Kesadaran diri.
- Spiritualitas.
- Makna kehidupan.
- Pemahaman mengenai manusia.
- Hakikat kehidupan.
- Pencarian makna.
- Refleksi mengenai kematian.
Tema-tema tersebut dikemas melalui buku, diskusi terbuka, bedah buku, serta dialog yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan.
Pendekatan yang inklusif membuat pembahasan Bhakum Series tidak ditempatkan dalam batasan agama, politik, ras, atau dogma tertentu.
Pendekatan Spiritual yang Inklusif
Bhakum Series menyebut dirinya sebagai komunitas nirlaba yang mengusung pendekatan inklusif dan non-religius. Artinya, gagasan yang dibagikan diarahkan untuk dapat dipelajari oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena tema seperti kematian, kehidupan, dan kesadaran diri sering kali berkaitan dengan pertanyaan pribadi yang mendalam.
Melalui buku dan dialog terbuka, Bhakum Series berusaha menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengenal gagasan tersebut sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing.
Dari Buku hingga Diskusi Terbuka
Aktivitas Bhakum Series tidak hanya dilakukan melalui penerbitan buku. Komunitas ini juga aktif menggelar diskusi terbuka, bedah buku, dan dialog mengenai kesadaran, pemahaman diri, serta esensi kehidupan.
Kegiatan semacam ini memungkinkan gagasan yang terdapat dalam buku dibahas secara lebih luas. Pembaca tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai pemikiran dan pertanyaan yang muncul.
Dengan demikian, buku menjadi salah satu media untuk membuka percakapan mengenai kehidupan dan kesadaran manusia.
Mengapa Tema Kematian Perlu Menjadi Bahan Refleksi?
Kematian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, pembahasan mengenai kematian sering kali dianggap sebagai sesuatu yang berat atau dihindari.
Melalui Kematian dan Seni Mati Selagi Hidup, Bhakum Series justru menghadirkan tema tersebut sebagai bagian dari refleksi. Pembahasan mengenai kematian dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu bagaimana manusia memahami kehidupannya dan menjalani setiap pengalaman dengan kesadaran.
Dengan perspektif tersebut, pembahasan tentang kematian tidak semata-mata berfokus pada akhir kehidupan, tetapi juga dapat menjadi pertanyaan mengenai kualitas hidup yang sedang dijalani.
Bhakum Series Berupaya Menjangkau Masyarakat Lebih Luas
Kunjungan ke MGS TV dan Radio Megaswara Sukabumi menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan karya Bhakum Series kepada masyarakat melalui jaringan media.
Perwakilan komunitas berharap pesan yang terkandung dalam buku-buku tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui berbagai platform informasi dan komunikasi.
Bagi sebuah komunitas yang bergerak dalam edukasi dan pengembangan kesadaran, media menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan gagasan kepada publik.
(Edwin Suwandana)














