megaswaranews.com, CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR — Lonjakan jumlah kasus HIV‑AIDS di Kecamatan Cibungbulang menjadi sorotan tajam dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB). Menurut data yang diterima GMPB dari dua puskesmas setempat, jumlah kasus yang tercatat kini mencapai sekitar 300 orang, meningkat jauh dibandingkan sebelumnya yang sekitar 50 orang.
Melihat kenaikan yang dianggap drastis ini, GMPB menilai belum ada langkah‑langkah nyata yang diambil oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibungbulang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Meskipun pihak GMPB sudah menyampaikan kekhawatiran ini kepada PLT Camat melalui pesan pribadi, hingga saat ini belum ada program sosialisasi atau penanganan menyeluruh dari jajaran pemerintah kecamatan.
Ketua GMPB Muhammad Ikbal menyatakan pihaknya terpaksa turun langsung melakukan sosialisasi dan edukasi ke sejumlah tempat umum seperti Cafe Lode dan Cafe Java, karena dianggap tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang.
“Kami sudah menyampaikan bahaya penyebaran HIV‑AIDS di Cibungbulang kepada PLT Camat, namun hingga sekarang belum ada langkah nyata dari Forkopimcam. Itulah sebabnya kami bergerak sendiri untuk mengingatkan masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
GMPB juga mengingatkan kasus yang sempat ramai di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, sebagai peringatan agar pemerintah kecamatan tidak menutup mata terhadap risiko penyebaran penyakit dan perilaku yang mengkhawatirkan di wilayahnya. Pihak GMPB meminta Forkopimcam segera mengadakan koordinasi dengan puskesmas, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait untuk menyusun program pencegahan dan penanganan yang terarah.
Sampai saat ini, pihak Forkopimcam Cibungbulang belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan dan kritik yang disampaikan GMPB. (manabd)















