megaswaranews.com, Leuwiliang – Transformasi besar terjadi di dunia pendidikan Bogor Barat. Dari sebuah pesantren yang awalnya berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi, kini berkembang menjadi institusi pendidikan terpadu seluas hampir 13 hektare dan melahirkan Universitas Islam Bogor di Kampung Leuweimekar, Kecamatan Leuwiliang.
Pendirian universitas ini merupakan perwujudan cita-cita pendiri Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islam, almarhum KH Helmi Abdul Mubin, yang ingin menghadirkan perguruan tinggi bagi para santri agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pengembangan lembaga pendidikan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari pesantren, kemudian berkembang ke pendidikan formal mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pada tahun 2016, lembaga tersebut resmi memperoleh izin sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dengan nama Institut Ummul Quro Al Islami. Setelah lebih dari satu dekade, kini institusi tersebut resmi bertransformasi menjadi universitas.
Perubahan status ini tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi juga menandai peningkatan kualitas pendidikan serta perluasan layanan akademik bagi masyarakat.
Rektor Universitas Islam Bogor, KH Syamsul Rizal, mengatakan bahwa gagasan pendirian universitas ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan tenaga medis di daerah.
“Dengan Hadirnya Universitas Ini, Diharapkan Santri Tidak Hanya Unggul Di Bidang Keagamaan, Tetapi Juga Mampu Menjadi Tenaga Profesional, Termasuk Dokter, Yang Kembali Mengabdi Kepada Masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan universitas ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang kompeten di berbagai bidang ilmu, sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan.
Dengan hadirnya Universitas Islam Bogor, diharapkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekitar semakin terbuka, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Bogor Barat.
Reporter : Wawan















