Titik genangan berada di turunan jalan sebelah barat Pasar Sentolo atau di timur turunan KUA Sentolo. Saat hujan deras, air menggenang cukup dalam sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Warga Gedangan, Wagino, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sejak lama dan selalu terjadi setiap hujan deras turun. Menurutnya, aliran air dari sisi utara cukup deras, sementara saluran drainase tidak mampu menampung debit air.
“Kalau hujan pasti tergenang. Air dari atas deras, tapi salurannya tidak lancar. Akibatnya banyak pengendara mengerem mendadak dan sering terjadi tabrakan beruntun,” ujarnya saat peninjauan oleh Komisi C DPRD DIY, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, pengendara dari arah berlawanan kerap menghindari genangan hingga keluar jalur, bahkan ada yang terperosok ke sisi jalan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ketua LPMKal Sentolo, Subardi, menambahkan bahwa persoalan genangan air tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Ia berharap ada solusi konkret dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap saluran air segera diperbaiki agar tidak terus terjadi genangan yang membahayakan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lokasi. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan di ruas Sentolo–Kaliagung–Pengasih memang cenderung bergelombang karena karakter tanah yang labil.
Menurutnya, permasalahan utama di titik Gedangan adalah sistem drainase yang tidak memadai sehingga menyebabkan genangan air saat hujan.
“Kami akan dorong agar ada prioritas penanganan, baik dari sisi drainase maupun pemeliharaan jalan. Nanti akan disesuaikan dengan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Pemeliharaan Sektor Kulon Progo, Sigit Sarjono, memastikan bahwa lokasi tersebut akan menjadi prioritas penanganan. Ia mengakui kondisi tanah di kawasan tersebut memang mudah bergelombang dan retak.
Meski demikian, pihaknya terus melakukan perawatan agar kondisi jalan tetap layak dilalui tanpa lubang.
“Terkait genangan, akan kami kaji lebih lanjut untuk menentukan solusi terbaik. Karena ini sudah menjadi perhatian masyarakat dan DPRD, kami akan prioritaskan penanganannya,” tegasnya.
Selain penanganan genangan, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pemeliharaan di tiga jembatan di ruas yang sama, yakni Jembatan Kalipenten, Kepek 1, dan Kepek 2.
Perbaikan dilakukan menggunakan metode cold milling machine, yaitu pengelupasan lapisan aspal yang rusak sebelum dilakukan pengaspalan ulang pada lapisan atas.
Dengan adanya langkah tersebut, diharapkan kondisi jalan Sentolo–Pengasih menjadi lebih aman dan nyaman bagi para pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Reporter : Supri















