megaswaranews.com, Sukabumi – Sesuai instruksi bupati Sukabumi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, tinjau langsung lokasi Jembatan Linggamanik yang ambruk pada Minggu (19/4/2026) dini hari lalu akibat dari tergerus luapan sungai Cikurutug.
Jembatan tersebut merupakan salah satu akses utama jalan penghubung Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Purabaya berlokasi di Kampung Miramontana, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, kini tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan sehingga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelajar
Dinas PU Kabupaten Sukabumi, lakukan langkah awal berkoordinasi bersama unsur Forkopimcam setempat serta tim teknis. Peninjauan lapangan menjadi dasar penting untuk memastikan kesiapan perencanaan sekaligus menentukan proses pembangunan kembali jembatan.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan bahwa, penanganan jembatan tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah dan akan segera direalisasikan.
“Kami pastikan prosesnya dipercepat karena jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat dan menjadi kewenangan kabupaten untuk segera ditangani, “ujar Uus kepada awak media, Rabu (22/4/2026).
Pembiayaan pembangunan, Uus menyebutkan, anggaran berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan kepada Dinas PU sebagai pelaksana teknis.
Saat ini, proses perencanaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu minggu sebelum masuk ke tahap administrasi dan pengadaan, “Jelasnya.
Uus menjelaskan, setelah seluruh dokumen selesai, pekerjaan konstruksi diperkirakan proses pekerjaan sekitar satu bulan. Dengan skema tersebut, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga dua setengah bulan.
“Kalau semua tahapan berjalan lancar, insyaallah dalam dua sampai dua setengah bulan jembatan ini sudah bisa kembali dimanfaatkan masyarakat, “Ujar Uus.
Selama masa pembangunan, pihaknya menghimbau kepada pihak terkait untuk mengalihkan jalur jalan alternatif lain untuk menjaga mobilitas warga.
Kendaraan roda empat dapat melintas melalui jalur Penumbangan, sementara pejalan kaki diarahkan menggunakan jembatan gantung yang berada tidak jauh dari lokasi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan jalur sementara, terutama bagi anak-anak yang melintas tanpa pendampingan, “Pungkasnya.
Sebelumnya, lokasi jembatan telah mendapatkan penanganan awal dari BPBD sebagai bagian dari respons darurat. Namun, karena pembangunan jembatan memerlukan proses konstruksi yang lebih panjang, penanganan selanjutnya diserahkan kepada Dinas PU.
Dengan percepatan yang dilakukan, diharapkan Jembatan Linggamanik segera kembali berfungsi normal dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat di wilayah Jampangtengah dan sekitarnya. (Iqbal Bakar)














