megaswaranews.com, DRAMAGA – Keselamatan nyawa warga seolah bukan lagi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas umum di Kabupaten Bogor. Kondisi jalan di atas Jembatan Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga yang merupakan akses utama Jalan Lingkar Dramaga, kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sebagian struktur beton jalan diketahui telah rusak parah hingga amblas, menciptakan lubang berbahaya yang setiap saat mengancam keselamatan para pengendara yang melintas.
Apa yang membuat kondisi ini semakin tidak masuk akal dan patut disayangkan adalah ketidakpedulian instansi yang berwenang. Hingga berita ini diturunkan, lokasi jalan yang rusak parah tersebut belum dipasangi satu pun rambu peringatan, tanda bahaya, atau pengaman pembatas. Padahal, lokasi ini merupakan jalur padat lalu lintas yang dilewati ribuan kendaraan setiap harinya. Senin (08/6/2026)
Akibat kelalaian fatal ini, banyak pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, baru menyadari adanya lubang besar tersebut saat sudah berada tepat di titik kerusakan. Kondisi jalan yang rusak mendadak tanpa peringatan membuat pengendara terlambat mengambil tindakan menghindar. Alhasil, kecelakaan tak terelakkan dan banyak warga yang harus jatuh terpelanting, menderita luka fisik, serta kerugian kendaraan.
Salah satu korban yang menjadi sasaran kelalaian ini adalah Supri. Ia menceritakan pengalaman mengerikannya saat melintas di lokasi tersebut. Menurutnya, tragedi ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pihak berwenang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
“Seharusnya jalan yang sudah amblas dan berbahaya begini segera diperbaiki, atau minimal dipasang tanda peringatan yang jelas dan terlihat dari jauh agar pengendara waspada. Tapi kenyataannya, tidak ada apa-apa di sana, kosong melompong. Kalau tidak segera ditangani dengan serius dan profesional, saya khawatir bukan hanya motor yang rusak, tapi nyawa orang bisa melayang di sini. Sampai kapan rakyat harus menjadi korban dari ketidakpedulian ini?” keluhnya
Menanggapi kondisi yang sangat membahayakan ini, Kepala Desa Ciherang, Suherwin, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut berada di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten Bogor, bukan merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Secara aturan, penanganan dan perbaikannya menjadi kewenangan penuh UPT Jalan dan Jembatan.
Namun, melihat bahaya yang mengancam nyawa warga, Pemerintah Desa Ciherang tidak tinggal diam meski bukan ranah tugasnya. Langkah cepat telah diambil, sementara pihak yang memegang kewenangan justru terkesan lambat dan santai.
“Kami sudah mengambil langkah tegas dan resmi melaporkan kondisi jalan yang amblas di atas Jembatan Ciherang ini kepada pihak UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas. Kami juga sudah mendesak agar secepatnya dipasang pembatas pengaman dan rambu bahaya sementara sebelum perbaikan total dilakukan. Tujuannya satu, agar tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian penanganan ini,” tegas Suherwin.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan menindaklanjuti laporan tersebut sampai ada tindakan nyata. Sikap pemerintah desa yang sigap ini justru menjadi cermin tajam bagi instansi di tingkat Kabupaten. Pertanyaan besar yang kini bergema di masyarakat adalah, Mengapa urusan nyawa rakyat harus menunggu sampai desa melapor berulang kali? Di mana kepekaan dan kehadiran pemerintah saat fasilitas yang dikelolanya sudah berubah menjadi jebakan maut?
Hingga berita ini dimuat, jalan yang rusak tersebut masih tetap berbahaya dan belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak berwenang. Warga pun berharap agar berita ini menjadi teguran keras, sehingga keselamatan masyarakat akhirnya diprioritaskan daripada urusan birokrasi yang berbelit-belit.














