megaswaranews.com, CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR — Pembangunan infrastruktur perdesaan kembali mendapat dorongan besar dari pemerintah melalui Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan. Kini, warga wilayah RT 05 dan RT 06, RW 05, Desa Bojong Rangkas, bahu-membahu melaksanakan gotong royong betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 400 meter — jalan penghubung strategis antara Desa Bojong Rangkas dan Desa Tegalwaru Baru. Proyek ini dibiayai dari Tahap Pertama dengan anggaran sebesar Rp444.798.000, yang terealisasi melalui proses musyawarah desa (Musdes) dan Musrenbang yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kamis (3/9/2026)
Jalan sepanjang 400 meter ini bukan sekadar akses lingkungan, melainkan urat nadi mobilitas dan perekonomian dua desa. Selama ini, kondisi jalan yang belum beraspal maupun dibeton menjadi kendala utama saat musim hujan berlumpur dan licin, saat musim kemarau berdebu dan bergelombang. Hal ini menyulitkan petani mengangkut hasil panen, memperlambat perjalanan warga, serta menghambat akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Kini, dengan terealisasinya anggaran Rp444.798.000 pada Tahap Pertama, jalan tersebut mulai dibeton secara permanen. Kepala Desa Bojong Rangkas, Iding Habudin, turun langsung memantau pelaksanaan dan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar atas program ini.
“Alhamdulillah, berkat Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahap Pertama senilai Rp444.798.000, jalan yang selama ini menjadi impian warga akhirnya bisa dibeton. Selama ini kami sering keluhkan kondisi jalan yang menyulitkan segala aktivitas, terutama saat musim hujan. Jalan ini menghubungkan Bojong Rangkas dan Tenggal Baru, jadi manfaatnya dirasakan dua desa sekaligus. Mobilitas warga semakin lancar, biaya angkut hasil panen semakin hemat, dan anak-anak sekolah bisa berangkat dengan nyaman,” ujar Iding Habudin.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan ini lahir dari aspirasi warga melalui musyawarah desa. “Anggaran Rp444.798.000 ini bukan turun begitu saja, melainkan hasil Musdes dan Musrenbang yang direncanakan bersama. Dana ini kami kelola secara transparan dan tepat sasaran. Harapannya, tahap pertama ini menjadi awal pemerataan pembangunan di wilayah kami. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah menyalurkan bantuan ini demi percepatan kemajuan desa-desa,” tambahnya.
DAMPAK BETONISASI JALAN — DIDUKUNG ANGGARAN Rp444.798.000 TAHAP PERTAMA
Realisasi anggaran Rp.444.798.000 pada Tahap Pertama ini membawa dampak yang sangat luas dan berarti bagi kedua desa:
1. MOBILITAS MENJADI LEBIH CEPAT DAN AMAN
Jalan beton sepanjang 400 meter menghilangkan hambatan lumpur, genangan, dan lubang. Warga, pejalan kaki, pengendara, maupun kendaraan bermotor dapat melintas dengan nyaman setiap musim. Waktu tempuh yang dulunya lama kini menjadi jauh lebih singkat.
2. MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI WARGA
Sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Dengan jalan yang baik, biaya transportasi hasil panen turun, kendaraan pengangkut bisa masuk sampai ke tengah desa, dan hasil bumi tiba di pasar dalam kondisi lebih baik. Ini secara langsung meningkatkan pendapatan keluarga di kedua desa.
3. MENUNJANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Anak-anak sekolah kini berangkat dan pulang dengan aman tanpa takut baju kotor terkena lumpur. Dalam keadaan darurat medis, pasien bisa segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit tanpa terhalang kondisi jalan yang buruk.
4. MEMPERERAT SILATURAHMI ANTAR DUA DESA
Jalan yang baik menjadi jembatan persaudaraan. Interaksi sosial, perdagangan, dan kegiatan kemasyarakatan antara warga Bojong Rangkas dan Tenggal Baru semakin erat, menciptakan kerukunan yang semakin kuat.
5. MENINGKATKAN POTENSI DAN NILAI WILAYAH
Akses yang memadai membuka peluang baru. Potensi wisata, pertanian, dan usaha mikro semakin terbuka. Pembangunan ini menjadi landasan bagi kemajuan desa di masa mendatang.
HARAPAN KE DEPAN
Kepala Desa Iding Habudin mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini. “Dana Rp444.798.000 Tahap Pertama ini adalah amanah besar dari pemerintah untuk kita semua. Mari kita jaga jalan ini bersama agar awet dan bermanfaat untuk jangka panjang. Semoga ke depannya masih ada kelanjutan program ini agar infrastruktur desa semakin lengkap, dan manfaatnya bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan anggaran yang tepat, perencanaan yang melibatkan warga, dan semangat gotong royong, pembangunan yang merata dan bermanfaat dapat terwujud hingga ke pelosok desa.(manabd)















