megaswaranews.com, Sukabumi – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kota Sukabumi, mengakibatkan sejumlah kerusakan di sejumlah titik, salah satu dampak paling parah adalah robohnya bangunan pesantren akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 27 laporan kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut. Dari jumlah itu, 12 laporan merupakan kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga. Minggu, 25/01/2026.
Sementara 15 laporan lainnya berupa kerusakan atap rumah warga yang sebagian besar terlepas dan rusak akibat terpaan angin kencang.

Petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan aparat setempat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi material bangunan, pemotongan pohon tumbang, serta pendataan kerusakan.
Danru BPBD Kota Sukabumi, Apud Mahpufun mengatakan, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi.
“Warga diminta mengamankan barang berisiko, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas setempat,” tandasnya.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut. (Rezky/Isman)





















