megaswaranews.com, Sukabumi – Satreskrim Polres Sukabumi tengah mendalami kasus kematian seorang bocah laki-laki asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi luka lebam beberapa bagian.
Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lem diklat Polri, Kombes Carles Siagian membenarkan, pihaknya telah menerima jenazah dari Polres Sukabumi.
“Menerima laporan dari Polres Sukabumi pada Kamis malam (19/2). Jenazah kami terima pada Jumat dini hari, dan hari ini dokter forensik melakukan outopsi, ” kata Carles kepada awak media, Jumat (20/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan Carles menyebutkan, ditemukan luka bakar anggota gerak, dikaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga dipunggung. “Luka bakar juga ada diarea bibir dan hidung yang diduga karena panas” ujarnya
Kombes pol Carles Siagian – Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lem diklat Polri
Dijelaskan Carles, luka bakar tersebar disekujur tubuh termasuk lengan, kaki, paha dan tangan. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat tindakan penganiayaan atau bukan.
“Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar, “Ucapnya.
Menurut Carles, meski terdapat luka bakar, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Outopsi dilakukan selama 2,5 hingga 3 jam. Tim forensik juga telah melakukan pemeriksaan organ dalam dan mengambil sampel untuk uji laboratorium lanjut.
“Luka-luka tersebut secara teori tidak serta merta menyebabkan kematian. Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ di outopsi dan kami melakukan pemerikaan laboratorium yang dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain dalam organ, “Jelasnya.
Organ yang diperiksa karen ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak, ” Tambahnya.
Tim forensik juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.
“Untuk kekerasan tumpul tidak ada, “Tegasnya.
Sementara itu, luka di area bibir bagian atas dan dekat hidung disebut luka lama, sehingga belum bisa dipastikan apakah berasal dari benturan benda tumpul atau sebab lain. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan seorang anak dibawah umur.
” Ini memang jadi perhatian karena seorang anak (jadi korban) yang kita juga sangat sayangkan, “Pungkasnya.
Sementara ayah korban, Anwar Satibi, yang merupakan ketua Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFBBP) Kecamatan Surade, menyatakan bahwa keputusan outopsi diambil demi mencari keadilan dan kebenaran. Ia tak ingin kematian putranya menjadi bola liar fitnah ditengah masyarakat.
“Saya ingin memastikan penyebabnya. Saya tidak mau menuduh sembarangan karena itu bisa jadi fitnah. Kemaren sempat bimbang karena kasihan melihat kondisi anak, tapi dari pada penasaran berkepanjangan, saya putuskan lanjut otopsi, “Kata Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara.
Anwar mengaku, selama ini dirinya jarang berada dirumah karena tuntutan pekerjaan sebagai penyedian jasa panggilan. Selama ini, NZ tinggal bersama ibu sambungnya di Jampang kulon. Ditengah duka mendalam, Anwar memberikan pesan emosional kepada para orang tua.
“Pesan saya, serusak apapun rumah tangga, usahakan pertahankan demi anak. Jangan sampai anak-anak (hanya) diasuh oleh orang lain atau ibu tiri tanpa pengawasan kita, ” Tuturny lirih.
Sebelum kematian NS menjadi perbincangan hangat setelah video kondisi korban saat menjalani perawatan di RSUD Jampang kulon beredar di Group WhatsApp dan Facebook. Banyak warga net yang berspekulasi bahwa siswa Kelas 1 SMP sekaligus santri tersebut merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). NS dinyatakan meninggal pada Kamis sore (19/2/2026) sekitar pukul 16:00 WIB.
Pihak kepolisian melalui Sat Reskrim Polres Sukabumi bersama tim forensik berkomitmen untuk mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan setelah seluruh hasil uji laboratorium rampung. (Iqbal Bakar).
Comments 1