megaswaranews.com, TENJOLAYA – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan 4 melakukan peninjauan langsung ke lokasi SD Negeri Sinar Wangi di Desa Tapos 1 Kecamatan Tenjolaya, menyusul laporan mengenai kerusakan dan peristiwa longsor yang mengancam keamanan lingkungan sekolah. Kunjungan ini dilakukan saat pelaksanaan kegiatan Reses masa sidang III, di mana masyarakat setempat menyampaikan berbagai permasalahan pembangunan, termasuk kondisi sekolah tersebut yang memprihatinkan. Selasa (14/7)
Dalam kunjungan tersebut hadir secara langsung Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Komisi 4, Lansung dipimoin Ketua Komisi 4 Wasto, Azwar dan Ridwan Muhibi, Ruhuyat Sujana, didampingi oleh Camat Tenjolaya, Kepala Desa, serta para pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat setempat.
“Kami turun langsung ke lokasi setelah mendengar laporan dari warga saat sesi reses berlangsung. Kami ingin melihat sendiri kondisi nyata yang terjadi di SD Negeri Sinar Wangi ini,” ujar Wasto
Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, ditemukan kondisi tebing di sekitar sekolah telah mengalami pergerakan tanah dan longsor yang cukup mengkhawatirkan. Pihak legislatif pun segera melakukan langkah cepat dengan menghubungi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk mendapatkan kepastian penanganan.
“Alhamdulillah kami sudah berkomunikasi langsung dengan pihak Dinas Pendidikan. Khusus untuk penanganan tebing yang longsor ini dipastikan akan segera direalisasikan dan dikerjakan pada tahun ini juga. Mari kita doakan dan kawal bersama agar segera terlaksana,” tegasnya.
Sementara untuk kondisi bangunan sekolah yang sudah banyak mengalami kerusakan akibat dampak longsor dan usia bangunan, saat ini sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Terkait hal tersebut, pihak dewan akan memasukkan usulan pemulihan menyeluruh atau revitalisasi gedung ke dalam perencanaan pembangunan tahun anggaran 2027 mendatang.
“Untuk bangunan yang sudah rusak dan tidak layak pakai ini, kami akan usulkan agar masuk dalam program revitalisasi sekolah pada tahun 2027. Kami menyampaikan ini dengan sungguh-sungguh dan serius akan memperjuangkannya bersama seluruh jajaran pemerintahan kecamatan dan desa,” tambahnya.
Dari sisi lain, kondisi akses menuju lokasi sekolah juga menjadi perhatian khusus karena jalan menuju area kelas memiliki kemiringan yang cukup curam. Hal ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para siswa saat berangkat maupun pulang sekolah, sehingga penanganan keselamatan lingkungan harus menjadi prioritas utama.
Wasto , menambahkan bahwa tim teknis dari Dinas Pendidikan dijadwalkan akan datang kembali melakukan peninjauan mendalam pada minggu depan. “Nanti akan ada survei terperinci untuk memastikan cakupan pekerjaan, mulai dari penanganan longsornya hingga perhitungan kebutuhan rehabilitasi bangunan dan berapa jumlah ruang kelas yang akan ditangani nantinya,” jelasnya.
Pihaknya berharap dengan adanya kepastian jadwal penanganan ini, keselamatan dan kenyamanan proses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut dapat segera terwujud dengan baik. (manabd)















