megaswaranews.com, Bogor – Puluhan penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Bogor terlantar akibat aksi unjuk rasa sopir angkot yang berlangsung pada Kamis, (22/1) Aksi tersebut menyebabkan layanan angkutan umum lumpuh di sejumlah titik, sehingga warga terpaksa turun di tengah perjalanan.
Pemerintah Kota Bogor bersama aparat kepolisian langsung mengambil langkah cepat dengan menyiapkan armada pengangkut penumpang. Sebanyak lima unit truk Dalmas Polresta Bogor Kota, tiga truk Satpol PP, serta armada dari BPBD Kota Bogor dikerahkan untuk mengangkut masyarakat yang terdampak.
Salah seorang penumpang, Nita, mengaku kebingungan saat tiba-tiba diturunkan di perempatan jalan. Padahal, ia hendak berangkat bekerja di kawasan Tajur.
“Saya juga bingung, tiba-tiba saya diturunkan di perempatan. Padahal saya kerja di Tajur, di Boxist,” ujar Nita.
Akibat kejadian tersebut, Nita mengaku terlambat masuk kerja. Ia menjelaskan angkot yang ditumpanginya tidak diizinkan melanjutkan perjalanan hingga tujuan akhir dan diputar balik oleh petugas.
“Angkotnya enggak bisa sampai lokasi, terus disuruh putar balik,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Son Son Sudarsono, mengatakan pihak kepolisian fokus mengatur arus lalu lintas sekaligus membantu penumpang yang terlantar akibat aksi unjuk rasa tersebut.
“Kami menyiapkan armada dari kepolisian, Satpol PP, dan BPBD untuk membawa masyarakat sampai ke titik Baranangsiang atau Tugu Kujang,” jelas Son Son.
Hingga Kamis siang, penumpukan warga yang hendak berangkat kerja maupun beraktivitas masih terjadi di sejumlah titik di Kota Bogor. Aparat gabungan terus melakukan pengaturan dan pengangkutan penumpang sambil memantau perkembangan situasi aksi unjuk rasa angkutan kota Bogor.(one)















