megaswaranews.com, BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang pria menggunakan benda menyerupai sabuk viral di media sosial. Peristiwa dalam video tersebut dinarasikan terjadi di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pria terlihat mengenakan kaus yang sudah robek. Ia tampak merintih kesakitan ketika seseorang berulang kali menyabetkan benda menyerupai sabuk ke arah punggungnya.
Suara korban yang meminta ampun dan mengeluhkan rasa sakit juga terdengar dalam video tersebut. Sementara itu, seseorang yang diduga melakukan pemukulan terdengar melontarkan makian.
Video tersebut memicu perhatian publik, termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Bogor yang mengecam dugaan tindakan kekerasan tersebut.
Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Dita Aditya, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun apabila dilakukan sebagai bentuk hukuman sepihak.
“Tindakan biadab dan berjiwa penjajah. Terlepas apa pun sebab akibatnya, melakukan kejahatan untuk menghukum kejahatan adalah perbuatan melanggar hukum,” ujar Dita Aditya yang akrab disapa Adit.
Menurut dia, apabila dugaan penganiayaan tersebut benar terjadi di lingkungan SPPG, peristiwa itu perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kejadian tersebut dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Dita juga menilai dugaan kekerasan tersebut menjadi persoalan serius apabila terbukti melibatkan pihak yang bertugas di lingkungan pelayanan pemenuhan gizi.
” Sangat memalukan sekali jika dugaan tersebut adalah benar. Tindakan premanisme yang terjadi di dalamnya semakin memperjelas kerusakan BGN yang tidak mampu mengelola program tersebut dari semua segi,” tambahnya.
LBH Ansor Buka Pendampingan Hukum
Sebagai bentuk tindak lanjut, LBH Ansor Kota Bogor menyatakan siap memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma kepada korban.
Dita mengajak masyarakat yang mengenal korban untuk menghubungi pihaknya agar korban dapat memperoleh bantuan hukum.
“Siapa pun yang kenal dengan korban, silakan hubungi kami. Kami berikan pendampingan cuma-cuma,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum mengenai kebenaran peristiwa dalam video tersebut maupun kepastian lokasi kejadian.
Identitas korban, pihak yang diduga melakukan penganiayaan, serta latar belakang peristiwa juga belum terkonfirmasi. Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. (Edwin S)














