Sosialisasi
megaswaranews.com, CIOMAS – Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) Helianthus Universitas Pakuan (Unpak) Bogor secara resmi menggelar kegiatan sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas ini mengusung program unggulan bertajuk “APOTESIA (Apotek Hidup Terkelola Sanitasi Aman), Inisiasi Eco Health Smart System Berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mewujudkan Desa Sehat di Mekarjaya”.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus penerapan ilmu pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan untuk menjawab kebutuhan nyata warga di lingkungan sekitar. Acara sosialisasi berjalan lancar dan dihadiri langsung oleh unsur pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Sabtu (18/7)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Ciomas, Saeful JP, Kepala Seksi Pendidikan Dan Kesehatan (Kasi Penkes) Kecamatan Ciomas, serta Kepala Desa Mekarjaya. Selain itu, dihadiri pula oleh jajaran pengurus dan anggota HMB Helianthus Universitas Pakuan, perwakilan perangkat desa, hingga puluhan warga Desa Mekarjaya yang antusias menyambut program ini.
Kepala Desa Mekarjaya, Yasin, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap inisiatif yang digagas oleh mahasiswa Universitas Pakuan. Menurutnya, program Apotesia sangat relevan dan tepat sasaran untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pengobatan alami yang murah, mudah didapat, serta aman dikonsumsi, sekaligus selaras dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata yang diambil oleh rekan-rekan mahasiswa HMB Helianthus Universitas Pakuan. Program Apotesia yang mengedepankan pemanfaatan tanaman obat keluarga sekaligus pengelolaan sanitasi yang baik sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan warga kita. Semangat pengabdian yang ditunjukkan patut kita dukung bersama, karena ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi hadir dan peduli terhadap perkembangan desa kita,” ujarnya
Sementara itu, Sekretaris Camat Ciomas, Saeful JP, dalam arahannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap sinergi yang terjalin antara pihak kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat terus dijaga dan diperkuat. Hal ini penting agar program yang telah dirancang dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak berhenti hanya pada masa kegiatan PPK Ormawa saja, melainkan terus dirawat dan dikembangkan oleh warga setempat.
“Kami berharap program ini bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga. Pemerintah Kecamatan Ciomas sangat mendukung segala upaya yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan kami siap bersinergi agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh di Desa Mekarjaya,” tegasnya
Program Apotesia sendiri dirancang sebagai sebuah sistem pengelolaan tanaman obat keluarga yang terpadu, aman, dan terintegrasi dengan prinsip kesehatan lingkungan atau Eco Health Smart System. Melalui program ini, warga akan diberikan pemahaman mulai dari cara menanam, merawat, mengolah, hingga memanfaatkan tanaman obat yang tumbuh di lingkungan sekitar sebagai alternatif pengobatan yang aman dan terjangkau. Selain itu, warga juga diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik guna mencegah munculnya berbagai jenis penyakit.
Pengurus HMB Helianthus Universitas Pakuan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari serangkaian program kerja yang akan dilaksanakan secara bertahap bersama warga. Ke depannya, tim juga berencana melakukan pendampingan teknis, pelatihan pembuatan olahan tanaman obat, hingga pembentukan kelompok pengelola Apotesia agar program dapat berjalan mandiri.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa, perangkat pemerintah, serta warga. Antusiasme warga terlihat tinggi, banyak yang menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Desa Mekarjaya. (manabd)














