megaswaranews.com, DRAMAGA KABUPATEN BOGOR — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor bersama IPB University melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) resmi menggelar Upacara Pembukaan / Opening Ceremony Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) Tahun 2026, Senin (5/10/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor.
Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Hadijana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan angkatan keenam yang diselenggarakan, dan menjadi bukti keberlanjutan program yang sudah berjalan sejak tahun pertama, yakni 2021.
“Hari ini adalah kegiatan pembukaan Sekolah Pemerintahan Desa angkatan keenam tahun 2026. Ini rangkaian kegiatan yang sudah berjalan dari tahun 2021 hingga sekarang dan terus kami lanjutkan,” ujar Hadijana.
75 Peserta dari 25 Desa Ikut Angkatan Keenam
Pada angkatan kali ini, program diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari 25 desa, di mana masing-masing desa mengirimkan tiga orang wakil: Kepala Desa, Operator Sosial, serta Operator Spasial. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, dan wawasan menyeluruh mengenai tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan, dan profesional.
Program pendidikan informal ini akan berlangsung selama kurang lebih lima bulan, mencakup rangkaian kegiatan mulai dari masa perkuliahan, pendampingan penyelesaian tugas akhir, ujian akhir, seminar, hingga wisuda yang dijadwalkan pada Desember 2026.
Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan profesionalisme aparatur desa agar mampu mengelola pemerintahan secara efektif, melayani masyarakat dengan kualitas terbaik, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis data digital.
Masih Ada 101 Desa Belum Ikut, Disesuaikan Masa Jabatan
Hadi Jana menjelaskan bahwa dari total 416 desa di Kabupaten Bogor, sejauh ini baru 315 desa yang telah mengikuti program Sekolah Pemerintahan Desa. Tersisa 101 desa yang belum dilibatkan pada angkatan kali ini, dengan pertimbangan khusus.
“Masih ada 101 desa yang belum ikut, dikarenakan masa jabatan kepala desa di desa-desa tersebut akan segera berakhir. Kami khawatir jika diikutkan, ilmu dan pembinaannya takut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Nanti mereka bisa kami ikutsertakan pada gelombang berikutnya,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui DPMD berkomitmen memastikan seluruh desa pada akhirnya dapat mengikuti program ini, dengan penyesuaian waktu agar hasil pembinaan benar-benar bermanfaat bagi kepala desa dan aparatur yang akan memimpin desa tersebut.
Diharapkan Lahir Pemimpin Desa yang Profesional dan Berbasis Data
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Bogor, pimpinan IPB University, serta para peserta dari berbagai desa. Melalui program ini, diharapkan lahir aparatur pemerintahan desa yang tidak hanya berintegritas dan adaptif, tetapi juga mampu mengelola desa secara modern, berbasis data, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Dengan semangat berkelanjutan sejak 2021, Sekolah Pemerintahan Desa terus menjadi salah satu langkah strategis Kabupaten Bogor dalam mencetak pemimpin desa yang cerdas, tangguh, dan membawa kemajuan nyata bagi setiap desa di wilayahnya. (manabd)















