megaswaranews.com, CIJERUK, KAB BOGOR — Penggiat airsoft gun menegaskan aksi koboi jalanan yang melibatkan penggunaan senjata airsoft bukan bagian dari kegiatan komunitas. Mereka menilai tindakan tersebut merupakan perilaku individu yang tidak mencerminkan aktivitas airsoft yang terorganisasi.
Pernyataan itu muncul di tengah maraknya aksi penyalahgunaan senjata yang menimbulkan keresahan masyarakat. Para penggiat meminta masyarakat tidak menyamakan tindakan individu dengan kegiatan olahraga airsoft yang memiliki aturan dan prosedur keselamatan.
Para penggiat menyampaikan penegasan tersebut saat menggelar simulasi permainan taktis di Sarang Semut, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin (5/10/2026).
Dalam kegiatan komunitas, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peralatan secara aman. Penggiat juga memberikan pemahaman terkait keselamatan, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Panitia penyelenggara kegiatan, Aan Pilihanto, mengatakan komunitas airsoft memiliki mekanisme dan aturan dalam menjalankan setiap kegiatan. Peserta tidak hanya mengikuti permainan, tetapi juga memahami prosedur keselamatan dan penggunaan peralatan secara bertanggung jawab.
Hal senada disampaikan Sekretaris Pengurus Cabang INASSOC Kabupaten Bogor, Sidik Bahari. Menurutnya, penggiat airsoft perlu terus mengedepankan edukasi agar olahraga tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Para penggiat berharap masyarakat dapat membedakan kegiatan olahraga airsoft yang terorganisasi dengan tindakan individu yang menyalahgunakan peralatan.
Mereka menilai edukasi, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan pemahaman tersebut, komunitas airsoft juga mendorong anggotanya untuk menjalankan kegiatan secara bertanggung jawab serta menghormati aturan yang berlaku.
(wawan)














