Ribuan warga terdampak penutupan galian tambang di Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati. Mereka menuntut realisasi pembayaran kompensasi yang dijanjikan selama tujuh bulan namun belum diterima.
Aksi tersebut melibatkan warga dari tiga kecamatan, yakni Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang. Massa menyampaikan keluhan atas dampak penutupan tambang yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penutupan tambang dinilai berdampak besar terhadap perekonomian warga dan para pelaku usaha, karena banyak yang kehilangan mata pencaharian.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan antara massa dan aparat keamanan. Namun situasi berhasil dikendalikan sehingga aksi tetap berlangsung kondusif.
Selain menuntut pembukaan kembali aktivitas tambang, warga juga mendesak pemerintah segera merealisasikan pembayaran kompensasi yang hingga kini belum terealisasi.
Koordinator lapangan aksi, Asep, menyatakan warga berharap pemerintah segera memberikan kejelasan terkait kompensasi serta solusi atas dampak penutupan tambang.
(Suhanda)















