megaswaranews.com, DRAMAGA — Sebanyak lebih dari 400 mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengikuti kegiatan Edukasi Kesehatan Mental yang bertajuk “Kuliah Boleh Ngebut, Mental Jangan Kusut”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bina Corps Rimbawan Mahasiswa, yang digelar di Auditorium Sylva Pertamina, Kampus IPB Darmaga, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (8/8).
Selama satu jam penuh, para mahasiswa diberikan pemahaman mendalam guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, serta dibekali keterampilan sederhana namun bermanfaat dalam menghadapi tekanan akademik yang kerap menyertai kehidupan perkuliahan.
Ketua Satgas Kesehatan Mental Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Lufthi Rusniarsyah S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kampus sejatinya bukan hanya tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik semata, melainkan juga ruang yang harus dibangun menjadi lingkungan yang saling mendukung dan peduli antar sesama.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi segala tekanan seorang diri. Melalui edukasi ini, kami berharap mahasiswa semakin berani mengenali kondisinya sendiri, berani mencari bantuan ketika diperlukan, dan mulai lebih peduli terhadap kondisi teman di sekitarnya,” ujar Lufthi.
Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Nilai dan IPK
Dalam pemaparannya, narasumber Bunda Lili Marliyuana, yang merupakan Certified Self-Healing Professional, Emotional Healing Therapist, Mental Health Educator sekaligus Direktur ABCo Therapy Center, menekankan bahwa tujuan menempuh pendidikan tinggi bukanlah semata-mata mengejar nilai dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
“Kuliah juga menjadi ruang bagi kita untuk belajar menjadi manusia yang lebih matang: berpikir kritis, bertanggung jawab, mampu menghadapi tekanan, serta pandai mengelola emosi. Kita berbicara tentang kesehatan mental bukan karena kita lemah, melainkan karena kita ingin menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh,” tegas Lili.
Ia juga mengajak para mahasiswa memahami makna sejati dari sehat mental. Sehat mental bukan berarti hidup tanpa masalah atau kesulitan. Sehat mental adalah kemampuan untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik, mampu menghadapi tekanan, membangun hubungan yang sehat dan harmonis, tetap produktif, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Mengenal 5 Pilar Kesehatan Mental dan Tantangan Generasi Z
Para peserta diperkenalkan dengan 5 Pilar Kesehatan Mental, yaitu aspek Fisik, Emosi, Sosial, Intelektual, dan Spiritual. Selain itu, mahasiswa juga diajak mengenali berbagai tantangan yang kerap dihadapi oleh Generasi Z, antara lain kebiasaan berpikir berlebihan (overthinking), kecemasan (anxiety), perasaan tidak pantas meraih kesuksesan (impostor syndrome), takut tertinggal tren (FOMO), kebiasaan melayani gawai berlebihan (doomscrolling), membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, kelelahan mental akibat tekanan terus-menerus (burnout), serta kebiasaan selalu berusaha menyenangkan orang lain (people pleasing).
Menerapkan Formula CARE dan Gerakan HADIR
Sebagai poin utama yang dibekalkan, mahasiswa diperkenalkan pada Formula CARE yang menjadi panduan praktis dan mudah diingat untuk menjaga kesehatan mental sehari-hari:
– C — Calm Yourself: Menenangkan diri saat menghadapi masalah
– A — Aware of Feeling: Mengenali dan mulai mengelola emosi yang dirasakan
– R — Reach Out: Berani mencari bantuan kepada orang terdekat, dosen, atau tenaga profesional
– E — Empower Yourself: Membangun kekuatan diri melalui kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, rutin berolahraga, dan senantiasa bersyukur
Tidak hanya untuk diri sendiri, mahasiswa juga diajak menerapkan sikap HADIR guna mendukung teman yang sedang mengalami kesulitan: Hargai perasaannya, Amati perubahannya, Dengarkan tanpa menghakimi, Ingatkan untuk mencari bantuan, dan Rangkul dengan kepedulian yang tulus.
Kegiatan ditutup dengan praktik langsung cara mengatur dan menyeimbangkan emosi guna meredakan stres serta kecemasan yang kerap muncul.
“Harapan kami, formula CARE ini tidak berhenti sekadar menjadi materi dalam seminar, melainkan benar-benar menjadi kebiasaan hidup yang dibawa dan diamalkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Lili Marliyuana.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap semangat mahasiswa dalam mengejar prestasi akademik senantiasa berjalan beriringan dengan kesadaran penuh untuk senantiasa merawat dan menjaga kesehatan mental demi masa depan yang gemilang. (manabd)














