megaswaranews.com, LEUWILIANG – Upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus digalakkan melalui peran aktif Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu. Salah satunya terlihat dalam kegiatan pembinaan sekaligus pelayanan kesehatan menyeluruh yang digelar di Posyandu Perkutut VIII, Kampung Bantar Endah, RW 08 Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan bersama Bidan Desa dan tim dari Puskesmas Leuwiliang, Senin (13/7).
Kegiatan yang berjalan dengan penuh semangat kebersamaan ini memadukan berbagai program kesehatan penting, meliputi pelayanan imunisasi, Pemantauan Terapan Makanan atau PTM, Promosi Kesehatan atau Promkes, hingga pengawasan dan penyuluhan Lingkungan Sehat atau Kesling.
Dalam kesempatan tersebut, para kader Posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat turut hadir dan berpartisipasi aktif. Mereka tidak hanya membantu memberikan pelayanan, tetapi juga mendapatkan pembekalan agar semakin terampil dalam melaksanakan pelayanan dasar serta menyampaikan penyuluhan kesehatan kepada warga sekitar.
Kepala Puskesmas Leuwiliang, dr. James Tambunan, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran sangat strategis sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit, pemantauan tumbuh kembang balita, pemantauan kesehatan ibu hamil, hingga pemantauan kondisi kesehatan warga usia lanjut.

“Kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Dengan imunisasi kita cegah penyakit menular, melalui PTM kita pastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik, sementara Promkes dan Kesling mengajarkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dari lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.
Para warga yang hadir menyambut baik adanya pelayanan terpadu seperti ini, karena dianggap sangat memudahkan mereka untuk mendapatkan berbagai layanan kesehatan sekaligus tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pelayanan kesehatan.
Secara menyeluruh, Puskesmas Leuwiliang memiliki komitmen kuat agar layanan Posyandu dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hingga saat ini, terdapat sebanyak 85 Posyandu yang tersebar di 7 desa binaan, yang melayani berbagai program mulai dari Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi, Pemantauan Gizi, Kesehatan Lansia, hingga penanggulangan penyakit Tuberkulosis.
Puskesmas Leuwiliang secara rutin menyusun jadwal kegiatan Posyandu untuk bulan berikutnya pada setiap akhir bulan, lalu menyebarkannya di awal bulan agar seluruh program kesehatan dapat berjalan selaras dan terencana dengan baik.

Koordinator Bidan di Puskesmas Leuwiliang, Titin Martinah, menjelaskan bahwa tim puskesmas bersama bidan desa dan para kader rutin turun ke lapangan untuk membina penerapan 5 Langkah Pelayanan Posyandu, mulai dari pengaturan alur pelayanan, cara pengukuran kesehatan yang tepat, hingga teknik penyampaian edukasi kepada masyarakat.
Bagi warga yang memiliki kondisi kesehatan berisiko tinggi, petugas melakukan kunjungan rumah secara langsung. Selain itu, terjalin kerja sama erat dengan RSUD Leuwiliang dalam program penanganan ibu hamil berisiko tinggi serta sistem pencatatan data kesehatan yang terintegrasi. Berbagai kegiatan pendukung juga diselenggarakan, seperti Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, serta pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dipantau ketat penggunaannya.
Salah satu desa yang menunjukkan komitmen tinggi agar layanan sampai ke wilayah terpencil adalah Desa Pabangbon. Di desa ini, penyusunan jadwal Posyandu dilakukan setiap tanggal 28 hingga 31 untuk persiapan bulan berikutnya, dengan total 11 Posyandu yang siap melayani 13 wilayah RW dan 29 RT.
Bidan Desa Pabangbon, Ayu, menyampaikan bahwa ia terus melakukan pembinaan rutin kepada para kader serta menyampaikan edukasi kesehatan di setiap Posyandu sesuai standar yang ditetapkan. Ia juga kerap melakukan peninjauan langsung ke lapangan. “Apabila ditemukan kondisi kesehatan berisiko atau keluhan kesehatan warga, saya segera melakukan kunjungan rumah untuk memberikan penanganan awal,” ujar Bidan Ayu.
Melalui kegiatan pembinaan dan pelayanan terpadu ini, serta keterpaduan sistem kerja dari tingkat puskesmas hingga desa paling terpencil, seluruh pihak berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat. Seluruh warga di wilayah Leuwiliang dipastikan tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang layak, teratur, dan menyeluruh, menuju masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera berawal dari lingkungan terkecil. (manabd)















