megaswaranewa.com, DRAMAGA — Sejumlah besar siswa beserta seorang guru di SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan pada Kamis siang. Puluhan anak diduga jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang disajikan di sekolah, dengan keluhan utama mual dan muntah. Kamis (7/8)
Hal ini terlihat di Puskesmas Dramaga Desa Ciherang Kecamatan Dramaga,sIswa Sdn Ciherang 01 twrus berdatangan yang diantaken oleh orang tuanya. Peristiwa ini merupakan yang pertama kali terjadi di lingkungan sekolah tersebut maupun di wilayah Kecamatan Dramaga.
Operator sekolah, Silvani, menjelaskan kronologis kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB, ketika sejumlah siswa mulai menunjukkan keluhan sakit setelah jam makan siang. Gejala yang muncul secara umum adalah mual hebat dan muntah berulang. Sementara itu, saat jam makan pagi tidak ada satupun yang melaporkan merasa sakit.
Dari pantauan dan informasi yang dihimpun, jumlah siswa di SDN Ciherang 01, tercatat sekitar 420 lebih jiwa. Yang dilaporkan mengalami keluhan sakit hingga saat ini tercatat lebih dari 20 siswa, ditambah satu orang guru.
Menu yang disajikan pada hari itu meliputi telur, tempe goreng, wortel, dan buah. Dari keterangan yang diperoleh, sebagian besar siswa yang mengeluh sakit diduga kuat setelah mengonsumsi telur dan tempe goreng. Sebagian siswa yang tidak memakan nasi namun tetap mengonsumsi lauk tersebut ikut mengalami gejala yang sama.
Selama ini penyediaan makanan di sekolah bersumber dari Satuan Pelaksana Pengelolaan Gizi (SPPG). Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan secara pasti dari mana sumber penyebab keracunan itu berasal. Pihak medis pun belum memberikan kesimpulan pasti.
“Identifikasi penyebab keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dokter memberikan indikasi kuat kemungkinan berasal dari telur dan tempe yang dikonsumsi, namun hasil lab menjadi penentu kepastiannya,” ungkapnya
Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan tersebut belum keluar. Pihak sekolah berharap hasil lab segera diketahui agar penanganan dan langkah pencegahan selanjutnya dapat dilakukan dengan tepat. Belum pernah sebelumnya terjadi kasus serupa di SDN Ciherang 01 maupun di wilayah Kecamatan Dramaga. (manabd)














