megaswaranews.com, LEUWILIANG, KABUPATEN BOGOR – Masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Bogor Barat tampil bersatu dengan tekad kuat menjaga tatanan sosial, nilai agama dan budaya luhur. Kampanye terbuka bertajuk “Jaga Generasi, Perkuat Keluarga, Tolak Normalisasi LGBT” digelar di kawasan Terminal Leuwiliang, Minggu pagi (20/9/2026). Kegiatan ini dipimpin unsur kepemimpinan wilayah dan dihadiri elemen masyarakat luas dari seluruh penjuru wilayah.
Gerakan ini merupakan respons tegas namun santun pasca peristiwa yang sempat viral dan mengundang kegelisahan publik. Tujuannya bukan hanya penolakan, namun memperkuat fondasi keluarga, pendidikan karakter serta pengawasan bersama agar lingkungan tetap sehat dan aman bagi anak‑anak dan pemuda.
Berdasarkan keterangan PLT Camat Leuwiliang, Ucu Sunarya, gerakan ini melibatkan partisipasi penuh dari 14 kecamatan se‑wilayah Bogor Barat.
“Kami berharap perbuatan menyimpang itu berkurang dan tidak lagi muncul di wilayah Bogor Barat. Seluruh elemen diminta bersatu dan mengawasi bersama,” tegasnya.
Ucu pun menyinggung kasus yang memicu perhatian publik di Desa Purasari, wilayah Pasir Ipis:
“Kejadian itu baru pertama kali tercatat di sana dan kami berikrar tidak akan membiarkannya terulang. Pelaku yang menyebarkan kegaduhan itu kini sudah diamankan pihak kepolisian dan sedang dalam proses penanganan hukum yang tepat.”
Sebagai langkah pencegahan mendasar dan menyeluruh, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga merencanakan sosialisasi luas ke seluruh satuan pendidikan di wilayah ini untuk menanamkan nilai‑nilai positif dan menolak penyimpangan.
Diketahui, kegelisahan masyarakat bermula dari rekaman video yang beredar yang menampilkan dua pria melakukan perbuatan tercela di tempat terbuka—sebuah lahan kosong di perbukitan dekat menara SUTET, setelah sebelumnya terlihat berinteraksi di jalan dan minimarket. Berkat kerja cepat aparat keamanan dan dukungan informasi warga, kedua pelaku segera berhasil ditangkap dan diproses hukum.
Kampanye pagi ini berlangsung meriah namun tertib mulai pukul 08.00 WIB. Para tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua dan pemuda hadir menyuarakan satu tekad: membangun pengawasan lingkungan, mendampingi anak sejak dini, serta menjaga Bogor yang istimewa sebagai wilayah yang damai dan berkarakter luhur. (manabd)














