megaswaranews.com, Kota Sukabumi – Tumpukan sampah menggunung di ruas jalan nasional wilayah Kelurahan Karangtengah, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pasca Lebaran. Sampah yang tidak terangkut selama masa libur menimbulkan bau busuk dan mencemari aliran sungai di sekitar lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah rumah tangga dan plastik berserakan di beberapa titik sepanjang jalan nasional. Bahkan, sebagian tumpukan sampah menutup aliran sungai kecil di dekat lokasi, sehingga berpotensi memicu banjir saat hujan turun.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. Selain menimbulkan aroma tak sedap, tumpukan sampah juga menghadirkan belatung dan membuat lingkungan terlihat kumuh. Ironisnya, lokasi penumpukan sampah berada tidak jauh dari Kantor Kelurahan Karangtengah.
Kastam, salah seorang warga, mengatakan sampah sudah menumpuk selama kurang lebih dua hari tanpa diangkut petugas.
“Sudah dua hari tidak ada yang angkut. Sampah ini dari mana-mana, kendaraan yang lewat buang ke sini. Kalau hujan pasti makin bau,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nina Fatimah, pejalan kaki yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia mengaku terganggu dengan bau menyengat dari tumpukan sampah.
“Kalau lewat sini baunya menyengat dan terlihat kotor. Sudah dua hari tidak diangkut, jadi meresahkan,” katanya.
Warga menduga keterlambatan pengangkutan sampah terjadi karena masih dalam suasana libur Lebaran. Namun, mereka berharap instansi terkait segera turun tangan untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut agar tidak semakin meluas dan mencemari lingkungan.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga dinilai mencoreng wajah kota karena berada di jalur utama nasional yang setiap hari dilalui kendaraan dari berbagai daerah. (sofwan)















