megaswaranews.com, Serang – Ratusan warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, terpaksa bertahan di tenda pengungsian selama hampir satu bulan akibat rumah mereka masih terendam banjir.
Meluapnya Sungai Cidurian yang dipicu intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir bukan kali pertama dialami warga,
Diduga luapan air disebabkan belum kunjungnya perbaikan pada tanggul penahan air akibatnya banjir kerap terulang.
Selain harus bertahan di tenda, para pengungsi juga mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Warga terpaksa membeli air galon isi ulang agar tetap bisa memenuhi kebutuhan minum dan memasak.
Data di lapangan mencatat sebanyak 105 warga mengungsi di tenda tanggul, 65 orang di masjid, dan 75 orang di mushola. Sementara sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah sanak saudara di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kalau cuaca sudah cerah, sebagian warga mulai beres-beres rumah. Tapi kami tetap khawatir kalau hujan besar datang lagi,” ujar Royadi.
Ia juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul Sungai Cidurian sebagai solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap ada perbaikan tanggul supaya banjir tidak terus-terusan terjadi,” tambahnya. (Mascip)





















