megaswaranews.com, Cibungbulang – Status darurat sampah yang dialami Kota dan Kabupaten Bogor dalam beberapa tahun terakhir mendorong pemerintah pusat dan daerah menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui rencana pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Minggu pagi (21/12), meninjau langsung lokasi proyek percontohan pengelolaan sampah menjadi energi listrik di TPAS Galuga.
Tumpukan sampah di TPAS Galuga yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut membuat TPAS Galuga dinyatakan kritis dan mengalami kelebihan kapasitas, sehingga status darurat sampah diberlakukan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung area seluas lebih dari lima hektare yang akan dijadikan lokasi proyek percontohan pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pengelolaan sampah berbasis energi merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta.
“Kami mendorong percepatan pengelolaan sampah menjadi energi listrik agar volume sampah bisa berkurang signifikan, sekaligus memberikan manfaat tambahan berupa sumber energi alternatif,” ujar Hanif.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan berharap proyek percontohan ini dapat segera direalisasikan.
“Kondisi TPAS Galuga sudah sangat mendesak. Dengan adanya pengelolaan sampah berbasis energi, kami berharap persoalan darurat sampah di Bogor bisa tertangani secara berkelanjutan,” kata Dedie.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi. Ia menegaskan pemerintah daerah akan mempercepat proses pembebasan lahan milik warga guna memperluas area pengelolaan sampah di TPAS Galuga.
“Perluasan lahan ini penting agar proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan optimal dan menjadi solusi jangka panjang bagi Bogor,” ujarnya.
Program pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini diprioritaskan di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta. Selain untuk mengurangi volume sampah, proyek tersebut diharapkan mampu menghasilkan energi alternatif sekaligus mencegah terulangnya krisis darurat sampah di Bogor. (mande)















