megaswaranews.com, Cibinong-Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Bogor melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata Puncak, khususnya wilayah Cisarua. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merekrut 60 joki (orang yang menawarkan jasa atau pemandu jalurlternatif ) yang selama ini beroperasi di jalur Puncak.
Puluhan joki tersebut akan dibina dan dijadikan sukarelawan pembantu lalu lintas atau Supeltas selama masa libur Nataru. Langkah ini diambil untuk menekan potensi kemacetan tambahan serta praktik pungutan liar yang kerap dikeluhkan wisatawan.
Kapolres Bogor, Wikha Ardilestanto, mengatakan kawasan Puncak masih menjadi destinasi favorit wisatawan saat musim libur panjang sehingga membutuhkan penanganan lalu lintas ekstra.
“Selama ini kami sudah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti one way, contraflow, hingga ganjil genap. Namun keberadaan joki di jalur alternatif sering menimbulkan masalah baru. Karena itu, kami rekrut dan bina agar justru membantu pengaturan lalu lintas,” ujar Wikha.
Para Supeltas nantinya akan dilengkapi rompi berwarna kuning dan topi biru, serta ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan di sepanjang jalur Puncak. Mereka juga diminta menandatangani komitmen untuk tidak melakukan pungutan liar terhadap pengguna jalan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendukung langkah Polres Bogor tersebut sebagai solusi kolaboratif menghadapi lonjakan wisatawan saat Nataru.
“Ini bagian dari upaya bersama agar arus lalu lintas di Puncak lebih tertib dan wisatawan merasa aman serta nyaman,” kata Rudy.
Selain pembekalan etika pelayanan, puluhan Supeltas tersebut juga telah mendapatkan pelatihan dasar pengaturan lalu lintas dari Polres Bogor dan akan bertugas selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 (abrizi)





















