megaswaranews.com, BANTEN – Kepolisian Daerah Banten bersama Basarnas dan TNI Angkatan Laut terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, kelima jurnalis tersebut berangkat bersama dua anak buah kapal (ABK) dan satu pemandu atau guide.
Total terdapat delapan orang dalam rombongan yang bergerak menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin.
Namun, pada Selasa, pihaknya menerima informasi bahwa rombongan tersebut hilang kontak dan tidak dapat dihubungi.
“Hari Senin mereka menuju pergerakan di sini berlima, dua ABK, dan satu guide, jadi delapan orang menuju ke sekitar Gunung Anak Krakatau. Karena mereka untuk meliput tujuannya. Tapi hari Selasa kita mendapat informasi bahwa hilang kontak atau tidak bisa dihubungi,” kata Hengki kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Menurut Hengki, pencarian telah dilakukan sejak Selasa dan kini memasuki hari kedua.
Operasi melibatkan Polda Banten dan jajaran bersama Basarnas serta TNI Angkatan Laut.
Pada pencarian hari kedua, tim gabungan menyisir lima titik dengan mengerahkan tujuh kapal.
Armada yang digunakan di antaranya milik Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Polair Polri.
“Semua bahu-membahu melakukan pencarian daripada hari Selasa kemarin dan ini hari kedua. Hari kedua ini dilaksanakan pencarian di lima titik dengan menggunakan tujuh kapal,” ujarnya.
Hengki mengatakan, hingga kini pencarian masih dilakukan dengan metode penyisiran bersama Basarnas dan KRI TNI Angkatan Laut di lima titik yang telah diarahkan oleh Basarnas.
Polda Banten juga belum menggunakan peralatan khusus atau teknologi canggih dalam pencarian tersebut.
“Belum, sekarang masih melakukan penyisiran bersama Basarnas dengan KRI Angkatan Laut. Semua masih ada di lima titik yang sebagaimana diarahkan oleh Basarnas,” katanya.
Hengki menambahkan, evaluasi akan dilakukan setelah pencarian hari kedua berakhir. Jika belum ditemukan titik keberadaan rombongan, wilayah pencarian kemungkinan akan diperluas.
“Kita update lagi sampai dengan nanti malam sudah berakhirnya hari kedua. Kalau belum ada titik yang ada, maka mungkin akan diperluas ke lebih area yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Untuk mendukung operasi pencarian, petugas juga akan disiagakan selama 24 jam.
Polda Banten telah menyiapkan Pos Antemortem DVI untuk mengidentifikasi korban apabila diperlukan.
Keluarga dari rombongan yang hilang kontak juga telah datang dan didata oleh pihak kepolisian.
Meski demikian, Hengki berharap seluruh rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kalaupun ketemu, mudah-mudahan tidak, ini tidak terjadi. Mereka selamat,” kata Hengki.
(Edwin / Ifan Chip)















