Megaswaranews.com, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi resmi menetapkan ruas Jalan Ahmad Yani sepanjang 400 meter sebagai kawasan Car Free Day (CFD). Kawasan bebas kendaraan bermotor tersebut diberlakukan setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dan diharapkan menjadi pionir ruang publik ramah warga di Kota Sukabumi.
Peresmian CFD dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Minggu (21/12/2025). Pemerintah menilai keberadaan CFD menjadi langkah awal menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi sosial, serta beraktivitas tanpa gangguan kendaraan bermotor.
Dalam keterangannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa realisasi CFD di Jalan Ahmad Yani merupakan bentuk pemenuhan janji politiknya sebagai kepala daerah. Ia menyebutkan, gagasan CFD ini lahir dari pengalaman pribadinya saat berolahraga di kawasan CFD Jalan Thamrin bersama Wakil Wali Kota.
“Awal mula terbesit ingin mengadakan CFD ini adalah saat saya bersama Pak Bobby berolahraga di CFD Jalan Thamrin. Dari situ kami sepakat akan merealisasikan CFD di Kota Sukabumi,” ujar Ayep.

Meski saat ini baru diterapkan sepanjang 400 meter, Ayep menargetkan ke depan kawasan CFD dapat diperluas secara bertahap. Ia menyebutkan rencana jangka panjang pemerintah adalah menjadikan ruas dari Simpang Jalan Otista hingga ujung Jalan Ahmad Yani di kawasan BRI sebagai zona CFD terpadu.
“Untuk sekarang memang masih 400 meter. Ke depan kami targetkan CFD ini bisa dimulai dari Simpang Otista sampai ke ujung Jalan Ahmad Yani,” jelasnya.
Namun demikian, kebijakan ini juga menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, terutama terkait pengaturan lalu lintas, parkir, dan pengawasan agar CFD tidak hanya menjadi kegiatan seremonial mingguan, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menambahkan bahwa CFD Ahmad Yani juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik. Berbagai instansi pemerintah membuka booth layanan langsung kepada masyarakat, sehingga warga dapat mengakses layanan sambil beraktivitas di kawasan CFD.
“Tadi ada tenda layanan dari Disdukcapil, Inspektorat, Dinkes, DPMPTSP, DPUTR, BJB, hingga BPS Kota Sukabumi,” kata Bobby.
Selain layanan pemerintah, kawasan CFD juga diisi oleh lapak pedagang UMKM. Namun, Bobby menegaskan bahwa pelibatan UMKM harus dibarengi dengan kesadaran menjaga kenyamanan.
(IWAN)















