megaswaranews.com, Setelah sempat dilaporkan hilang selama beberapa 4 hari, seorang Notaris senior yang juga warga kota Bogor bernama Sidah Alatas, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sudah tak nernuawa oleh warga bekasi dialiran sungai citarum kaeasan tarumajaya kabupaten bekasi, pada kamis malam (03/07). Kabar duka tersebut diterima keluarga melalui informasi dari pihak kepolisian, yang menyebut jenazah Sidah telah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Namun hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian soal kronologi kejadian dan penyebab kematian ibunya. Pasalnya, beberapa barang pribadi milik almarhumah seperti mobil jenis accord dan ponsel, raib tanpa jejak. “Kami belum mengetahui peristiwa pastinya karena masih dalam tahap penyelidikan. Jadi kami masih menunggu kronologinya dari polisi,” ujar Reza Muhammad, anak dari Sidah Alatas, saat ditemui Jumat (4/7/2025). Reza menjelaskan, laporan kehilangan Sidah awalnya dibuat di Polsek Tanah Sareal dan kemudian ditangani oleh Polresta Bogor Kota. Pihak keluarga sempat menyebarkan informasi kehilangan melalui berbagai kanal sambil berharap Sidah bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Dapat kabar dari kepolisian, katanya jenazah sudah berada di RS Polri. Tapi barang-barang pribadi seperti mobil putih dan ponselnya belum ditemukan sampai sekarang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasie Humas Polresta Bogor Kota, Iptu Eko Agus, membenarkan informasi penemuan jenazah Sidah Alatas. Ia menyampaikan jenazah ditemukan di wilayah Kabupaten Bekasi. “Sudah ditemukan di wilayah Bekasi, tepatnya di Sungai Citarum, dalam keadaan tidak bernyawa. Untuk proses selanjutnya, penanganannya dilanjutkan oleh Polsek Tarumajaya (Polrestro Bekasi),” katanya.
Hingga kini, pihak keluarga besar Alatas berharap pihak kepolisian dapat mengungkap penyebab dan kronologi kematian Sidah. Mereka menilai hal ini penting agar tak ada kabar simpang siur di tengah suasana duka. “Kami sangat berharap agar kasus ini terungkap. Semoga penyelidikan tetap jalan dan bisa memberikan kejelasan bagi keluarga,” tegas Reza, anak korban. (Dju)




















