Megaswaranews.com, GUNUNG PUTRI – Warga Kampung Karanggan Tua, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kembali menggelar tradisi Hajat Bumi di Legok Careuh, Patilasan Uyut Bongkok Jaga Raksa, Kamis (3/9/2026).
Warga menggelar tradisi tahunan ini setiap bulan Maulid sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus menjaga warisan leluhur.
Dalam prosesi tersebut, warga membawa dua ekor kambing dan hasil bumi menuju lokasi adat. Pemangku adat kemudian memimpin pemotongan kambing dan mengubur kedua kepalanya di tempat yang telah disiapkan.
Warga mengolah daging kambing dan hasil bumi untuk disantap bersama setelah prosesi berlangsung.
Sebagian warga meyakini tradisi tersebut dapat membawa keselamatan, menolak bala, serta mendukung kelancaran musim tanam dan hasil pertanian berikutnya.
Pemangku adat Legok Careuh, Icang, mengatakan tradisi Hajat Bumi juga berkaitan dengan sejarah penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.
“Musyawarah penyebaran agama Islam di kampung sini,” kata Icang.
Sebelum prosesi utama, warga menikmati hiburan musik kiliningan, kesenian musik Sunda yang berkembang dan berkaitan dengan seni jaipongan.
Menjelang azan Zuhur, pemangku adat memimpin prosesi penguburan kepala kambing. Warga kemudian menaburkan uang receh di sekitar lokasi dan anak-anak hingga ibu-ibu berebut mengambilnya.
Ketua Paguyuban Budayawan Graha Bistara sekaligus staf Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Oman Sanjaya, mendorong masyarakat terus menjaga tradisi tersebut.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami makna Hajat Bumi agar tradisi tersebut tetap hidup dan tidak kehilangan nilai sejarahnya.
“Kami berharap kegiatan ini tetap eksis. Ini merupakan cikal bakal karuhun, yaitu adat tradisi sedekah bumi,” ujar Oman.
Selain tradisi, masyarakat juga mendorong pelestarian situs Legok Careuh. Mereka berharap kajian dan upaya pelestarian dapat dilakukan agar situs tersebut ke depan bisa diusulkan sebagai bagian dari cagar budaya.
(edi)















