megaswaranews.com, Dramaga-Delegasi dari Pusat Pengurangan Kemiskinan Internasional dan Beijing Normal University melakukan kunjungan ke Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (19/11). Rombongan disambut oleh Kepala Desa Petir dan unsur Forkopimcam Dramaga sebelum meninjau langsung sentra perikanan CINEKOL yang menjadi salah satu potensi unggulan desa tersebut.
Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah pada bulan sebelumnya Kepala Desa Petir, Sukardi, menjadi salah satu dari 22 kepala desa se-Indonesia yang berkesempatan mengikuti program kunjungan ke Beijing, Tiongkok. Delegasi yang didampingi Biro Humas Kementerian Desa datang untuk melihat langsung model pemberdayaan lokal yang dinilai sukses menekan angka kemiskinan di Desa Petir.
Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa Beijing langsung diarahkan ke sentra perikanan CINEKOL. Para delegasi tampak antusias mengamati perbedaan metode budidaya ikan antara Indonesia dan Tiongkok. Di Indonesia, khususnya di Desa Petir, sistem perikanan memanfaatkan aliran air deras dari irigasi, sementara di Tiongkok umumnya digunakan sistem bioflok sebagai penunjang budidaya.
Kepala Desa Petir, Sukardi, menjelaskan bahwa pemanfaatan aliran air alami tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan produktivitas perikanan di wilayahnya.
“Aliran air yang deras ini sangat membantu mempercepat pertumbuhan ikan dan menekan biaya produksi. Dampaknya nyata terhadap ekonomi warga, dan ini menjadi salah satu faktor yang membantu menurunkan angka kemiskinan di desa kami,” ujar Sukardi.
Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan delegasi dari Tiongkok tersebut.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin karena sangat bermanfaat dalam bertukar pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang perikanan,” kata Atep.
Kunjungan delegasi Tiongkok ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan ke Desa Petir. Pemerintah desa berharap hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama konkrit, termasuk transfer teknologi maupun pengembangan kapasitas masyarakat (mande)















