megaswaranews.com, Bogor – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Kepala Satiun Bogor, Endarno meresmikan pengunaan akses masuk baru stasiun, Senin (01/09/2025).
Akses masuk baru tersebut masih berada di sisi barat Stasiun Bogor atau sekitaran Jalan Mayor Oking. Pembukaan ini menginggat berdasarkan data PT KAI, jumlah gate in dan gate out Stasiun Bogor perhari mencapai 100.000 saat weekday dan 120.000 saat weekend dengan headway 5 menit antarkereta.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, akses baru tersebut lebih memudahkan masyarakat Bogor yang akan dan telah menggunakan transportasi massal commuterline, pasca penutupan akses melalui Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) paledang pada 20 Agustus 2025 lalu.
Selain itu sambung Dedie, hal ini untuk meminimalisir terjadinya kesemrawutan mobilitas masyarakat yang terjadi dikawasan Jl. Mayor Oking, Jl. MA. Salmun, Jl. Dewi Sartika dan Jl. Kapten Muslihat yang notabene merupakan bagian dari wajah Kota Bogor.
“Jl. Dewi Sartika, Mayor Oking dan Kapten Muslihat adalah etalasenya Kota Bogor, mukanya Kota Bogor. Kalau mukanya jelek nanti kesan masyarakat pun akan jelek. Nah, ini kita mengupayakan semaksimal mungkin untuk bisa menata sebaik-baiknya kawasan ini,” kata Dedie di lokasi peresmian.
Ia menambahkan, pembukaan akses baru stasiun ini sesuai dengan kebutuhan saat ini. Karena dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembongkaran JPO Paledang yang sudah tidak layak guna.
“Kita melihat sesuai kebutuhan, kebutuhannya dimana. Saat ini cukup dulu, kita lengkapi juga dengan zebracross sambil nanti kita ada pembongkaran JPO, sebab JPO ini sudah ada keputusan dari kementerian PU sudah tidak laik pakai,” lanjutnya.
Terkait jadwal pembongkaran JPO Paledang, saat ini Pemkot Bogor masih melakukan langkah-langkah administrasi terkait nilai anggaran dan tekhnis pembongkaran yang ditargetkan tahun ini sudah bisa terealisasikan. (Herman Bonz)





















