megaswaranews.com, Kulon Progo – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan bantuan biaya pendidikan senilai Rp525 juta kepada 375 pelajar dan mahasiswa. Program yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-75 Kulon Progo ini menjadi upaya membantu anak-anak melanjutkan pendidikan.
Ketua Baznas Kulon Progo Alfanuha Yusida mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzaki, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Ini adalah wujud amanah dari para muzaki, ASN dan masyarakat Kulon Progo yang menunaikan zakat melalui Baznas. Bantuan ini kami niatkan bukan hanya bantuan biaya, tetapi investasi akhirat dari para muzaki,” ujar Alfa saat Penyaluran Bantuan Pendidikan Tingkat SMP SMA dan Mahasiswa di Aula Adhikarta Pemkab Kulon Progo Senin (2/11/2026).
Total bantuan Rp525 juta diberikan kepada 375 penerima dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya, Rp150 juta untuk 150 siswa SMP dan MTs, masing-masing menerima Rp1 juta.
Selanjutnya, Rp225 juta disalurkan kepada 150 siswa MA, SMA dan SMK. Sementara itu, bantuan untuk jenjang perguruan tinggi mencapai Rp150 juta bagi 75 mahasiswa, masing-masing menerima Rp2 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Balai Dikmen, serta Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Alfanuha berpesan kepada para penerima bantuan agar menggunakan dana tersebut untuk menunjang pendidikan dan belajar dengan sungguh-sungguh.
“Para muzaki menitipkan hartanya bukan karena kasihan, tetapi karena percaya kepada kalian. Kalian adalah pemimpin Kulon Progo di Hari Jadi ke-100 nanti,” pesannya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi program tersebut. Dia menyebut penyaluran bantuan pendidikan dalam skema ini merupakan program pertama setelah bertahun-tahun tidak dilakukan.
“Saya memastikan ini yang pertama di Kulon Progo. Saya prihatin sekali, saya harus mengangkat semuanya, membahagiakan semua anak-anak kita dan memastikan anak-anak kita bisa lanjut belajar,” katanya.
Bupati berharap program bantuan pendidikan tersebut dapat berlanjut dengan cakupan yang lebih besar. Pemkab Kulon Progo akan mengupayakan tambahan dukungan melalui berbagai sumber, termasuk corporate social responsibility (CSR) dan kementerian terkait.
“Insya Allah saya mengupayakan bukan ada atau tidak, tetapi mengupayakan lebih besar lagi,” tegasnya.
Selain bantuan pendidikan, Pemkab Kulon Progo juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah melalui program afirmasi.
Perguruan tinggi yang disebut antara lain Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Terbuka (UT), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Agung berharap anak-anak Kulon Progo semakin berani melanjutkan pendidikan dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
“Bantuan ini menjadi dorongan bagi generasi muda Kulon Progo untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (Wur)















