megaswaranews.com, DRAMAGA — Menjaga ketersediaan pangan masyarakat tetap aman, cukup, dan stabil harganya menjadi prioritas utama pemerintah. Di tengah tantangan iklim yang tidak menentu, pemerintah melalui Bulog Dramaga mengambil langkah strategis dengan terus menyerap hasil panen gabah dan beras langsung dari petani guna memperkuat cadangan pangan daerah sekaligus menjaga harga di tingkat petani tetap terjaga.Rabu (12/8)
Kepala Cabang Bulog Dramaga, Dadan Irawan , saat di temui di ruang kerjanya, mengatakan penyerapan hasil panen ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam menangkal potensi terjadinya kesulitan pangan di masa mendatang. Selain melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, pemerintah juga terus menyerap gabah dan beras langsung dari petani yang sedang memasuki masa panen. Pembelian dilakukan dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Gabah yang dibeli tersebut kemudian diolah dan disimpan menjadi cadangan pangan daerah.
“Tujuannya jelas, agar apabila suatu waktu, semoga tidak terjadi, namun jika ada dampak dari El Nino atau perubahan iklim yang mempengaruhi hasil panen, kita sudah memiliki stok pangan yang cukup untuk menjaga ketersediaan bagi masyarakat. Sehingga pasokan pangan tetap terjamin dan tidak terjadi kelangkaan,” ungkapnya
Hingga saat ini, jumlah gabah yang telah berhasil diserap dari petani di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok telah mencapai sekitar 27.000 ton gabah, yang setara dengan kurang lebih 13.000 ton beras. Penyerapan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga akhir tahun.
“Selama masih ada masa panen dan harga gabah di tingkat petani masih berada dalam rentang angka HPP yang ditetapkan pemerintah, maka kami akan terus menyerapnya. Pokoknya selama ada panen dan harganya masih masuk sesuai ketentuan, kami terus beli dan simpan untuk memperkuat cadangan pangan kita,” tegasnya.
Selain penyerapan gabah dari petani, penyaluran beras melalui bantuan pangan dan penyaluran SPHP ke toko-toko serta pasar-pasar juga terus berjalan sebagaimana mestinya. Langkah ini dilakukan secara beriringan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di pasaran. Dengan adanya cadangan pangan yang memadai, diharapkan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya senantiasa terjaga aman, cukup jumlahnya, stabil harganya, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. (manabd)















