SERANG — Badan Pusat Statistik (BPS) menerjunkan sebanyak 1.300 petugas sensus untuk mendata perkembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Serang, Banten. BPS melakukan pendataan tersebut dalam siklus sensus 10 tahunan guna memotret kondisi riil perekonomian masyarakat.
Para petugas sensus akan menyasar hingga ke pelosok wilayah untuk mengumpulkan data aktivitas dan perkembangan ekonomi masyarakat.
Data survei sementara menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Serang mengalami tren positif karena sektor industri menopang pertumbuhan tersebut.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Serang telah mengeluarkan surat edaran kepada perangkat desa agar mendampingi petugas sensus sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok sensus.
“Kami meminta perangkat desa mendampingi petugas sensus agar masyarakat merasa aman dan proses pendataan berjalan lancar,” ujarnya.
Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan hasil sensus ekonomi akan menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Serang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga mencapai target 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana, menjelaskan hasil sensus 2026 akan memotret kondisi populasi masyarakat serta perkembangan ekonomi secara menyeluruh.
Ia menambahkan, BPS akan merekomendasikan hasil sensus tersebut sebagai dasar perencanaan pembangunan agar program pemerintah lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
BPS juga berharap masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat kepada petugas di lapangan.
(MELAN)















