megaswaranews.com, KOTA BOGOR — Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tidak memengaruhi penjualan hewan kurban di Kota Bogor secara signifikan. Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, masyarakat justru meningkatkan daya beli hewan kurban.
Pedagang sapi kurban di Jalan Raya Salabenda, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, ramai melayani pembeli yang datang silih berganti. Aktivitas transaksi hewan kurban meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu pedagang sapi kurban asal Bima, Iwan, mengatakan penjualan tahun ini tetap stabil meskipun rupiah melemah terhadap dolar AS.
“Permintaan sapi kurban meningkat signifikan menjelang Iduladha,” kata Iwan.
Ia menyiapkan 80 ekor sapi untuk musim kurban tahun ini. Dari jumlah tersebut, pembeli sudah membeli 70 ekor sapi.
Menurut Iwan, kenaikan nilai dolar dalam beberapa hari terakhir belum berdampak langsung terhadap harga maupun penjualan sapi kurban di tingkat pedagang.
Pedagang menawarkan harga sapi kurban mulai dari belasan juta hingga puluhan juta rupiah per ekor, tergantung jenis dan bobot sapi.
Para pedagang berharap kondisi ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah kembali stabil agar masyarakat tetap mampu membeli hewan kurban hingga Hari Raya Iduladha.
(Suhanda)















