megaswaranws.com, CIGUDEG– Warga Kampung Cicopong Kaler RT 02/03, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dikejutkan dengan penemuan sejumlah benda mencurigakan berupa granat jenis nanas di lahan pertanian warga, pada Sabtu (9/5/2026).
Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang dikenal dengan sapaan Pak Opung, saat sedang membuka lahan persiapan penanaman jagung. Awalnya ia hanya menemukan satu butir benda yang diduga granat, namun setelah diperiksa lebih teliti di lokasi yang sama, ditemukan kembali dua butir granat lainnya.
Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriyadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi fisik benda yang ditemukan, granat-granat tersebut diduga kuat merupakan peninggalan masa kolonial Belanda atau masa pendudukan Jepang, yang tertimbun sejak masa pertempuran di masa lalu.
“Tadi siang ada warga yang sedang berkebun, saat membuka lahan menemukan beberapa granat yang kondisinya sudah usang. Kemungkinan besar ini peninggalan zaman Belanda atau Jepang dulu,” ujar Andi yang akrab disapa Andi Bram.
Dari ketiga butir granat yang ditemukan, satu di antaranya masih utuh namun berkarat parah akibat lama tertimbun tanah, sedangkan dua sisanya ditemukan dalam kondisi rusak atau sudah pecah.
“Awalnya hanya satu, lalu ditemukan dua lagi tapi kondisinya sudah agak pecah. Satu yang lain masih utuh, meski berkarat karena sudah lama terkubur,” jelasnya.
Setelah menemukan benda tersebut, Pak Opung segera melaporkan kejadian kepada pihak desa. Pihak desa pun langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Babinsa dan Polsek setempat for penanganan lebih lanjut.
Meski tampak sudah usang dan lama tertimbun, Andi tetap mengkhawatirkan keselamatan warga. Ia menegaskan benda tersebut tetap berpotensi berbahaya.
“Saya khawatir sekali, walaupun sudah usang, benda ini tetap berisiko membahayakan keselamatan warga sekitar,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, kejadian penemuan bahan peledak seperti ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di wilayah Desa Cigudeg.
“Ini baru pertama kali terjadi, penemuan benda berbahaya atau bahan peledak seperti ini di desa kami,”pungkasnya ***















