megaswaranews.com, Serang-Wakil Bupati Serang Najib Hamas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying di tengah meningkatnya tensi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi perekonomian global, termasuk harga pangan di daerah.
Najib mengatakan, wilayah Timur Tengah merupakan salah satu kawasan strategis penghasil minyak dunia. Jika distribusi minyak terganggu akibat konflik, hal tersebut dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global dan memicu inflasi.

“Konflik di Timur Tengah tentu harus kita waspadai dampaknya, terutama karena kawasan tersebut merupakan pemasok minyak dunia. Jika distribusi terganggu, bisa memengaruhi ekonomi global dan berimbas pada inflasi,” ujar Najib.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Serang terus memantau perkembangan situasi global tersebut, terutama terkait potensi dampaknya terhadap stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ia menjelaskan, salah satu jalur perdagangan penting dunia yang berada di wilayah Iran adalah Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia, sehingga jika terjadi gangguan dapat memengaruhi pasokan energi global.
“Kami akan terus mengontrol kondisi inflasi di daerah agar tetap terkendali, terutama terkait ketersediaan dan harga pangan di pasar,” katanya.
Najib juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil,” ujarnya.
Meski demikian, Najib memastikan hingga saat ini pasokan bahan pokok di Kabupaten Serang masih dalam kondisi aman dan harga kebutuhan pokok relatif terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan pemantauan terhadap stok dan harga komoditas pangan guna menjaga stabilitas pasar menjelang Idulfitri. (bilal)














