megaswaranews.com, Tanjungsari, Aliran sungai irigasi Cikumpeni mengalami kedangkalan hebat. Akibatnya Area Pertanian di tiga Desa, Desa tanjung sari ,Desa pasir tanjung dan Desa tanjung rasa. Kecamatan Tanjung sari kabupaten Bogor teracam gagal panen.
Gabungan Petani Pengguna Pemakai Air (GP3A) menjelaskan Aliran sungai di irigasi cikumpeni di wilayah Tanjung sari mengalami kedangkalan hebat, yang dapat menyebabkan Area Pertanian di tiga Desa, Desa tanjung sari ,Desa pasir tanjung dan Desa tanjung rasa. Kecamatan Tanjung sari kabupaten Bogor, gagal panen. Pihaknya khawatir jika Aliran sungai irigasi cikumpeni benar benar dapat menyebabkan sawah gagal panen (PUSO)
Gabungan Petani Pengguna Pemakai Air – Tanjungsari Kabupaten Bogor
“di Mercu bendung Pandit terjadi pendangkalan hebat dan air yang masuk ke irigasi debitnya berkurang” Ujar Abdul Gopur, Sekretasi GP3A, Rabu (28/1/26)
Ia juga menyebut peningkatan sedimen akibat adanya galian gunung batu didaerah kampung jamban desa sirna rasa yang menyebabkan terbawanya material dari hulu, selain itu terjadi penggundulan hutan dan pencucian pasir yang membawa lumpur kesungai cibeet.
pihaknya pun menyebut ada penyempitan irigasi dibawah longsoran PT.bogor mineral dan TPT yang di duga tidak kuat menahan tanah dari lokasi bekas PT Bogor mineral gambar terlampir
“Adanya longsoran dari ci pareang yang jatuh ke irigasi dikarenakan dari lokasi diatas bekas pengolahan sun claser PT .Bogor mineral.menyebabkan tanah di atas labil” pungkasnya
Pihaknya memohon kepada pemerintah kabupaten Bogor untuk segera melakukan tindakan perbaikan atau normalisasi irigasi cikumpeni, dengan panjang irigasi 8.5 km,luas sawah -+800 ha
“Riibuan masyarakat menggantungkan nasibnya dipertanian tersebut ini menjadi sumber penghasilan dan air irigasi cikumpeni jadi resapan sumur sumur masyarakat di pinggir irigasi ,di gunakan untuk mandi dan nyuci pakaian” tutupnya. (edi)