megaswaranews.com, CIBINONG – Sosialisasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) berlangsung singkat, hanya sekitar 3 minggu sosialisasi , namun antusiasme dan partisipasi sekolah-sekolah sangat luar biasa. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh para Kepala SMKN dan SMKS se-Kabupaten Bogor yang sangat mendorong siswa berprestasi. Selasa (12/5/2026)
Ketua MKKS SMK swasta KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Budy Antoro Menjelaskan pelaksanaan lomba dibagi ke beberapa lokasi dan cabang, dikelola langsung oleh Ketua Musyawarah Perwakilan Pelajar (MPP) bidang olahraga dan lainnya, mulai pencarian tempat hingga penentuan juri. Pembagian lokasi dilakukan karena keterbatasan fasilitas jika disatukan di satu tempat.
Pemenang LKS tingkat Kabupaten Bogor nantinya akan didaftarkan mewakili wilayah ini ke tingkat Provinsi Jawa Barat, dan diharapkan bisa tampil terbaik hingga lolos ke tingkat nasional. Prestasi ini memiliki nilai tinggi: sertifikat juara LKS dapat digunakan masuk perguruan tinggi lewat jalur prestasi (tanpa jalur ujian seleksi), serta sangat dihargai dan memudahkan penyerapan kerja di dunia usaha dan industri. Tegasnya
Ketua MKKS SMKS KCD wilayah 1, Budy Antoro, meninjau LKS TBSM di SMKN 1 Cibinong (foto : manabd)
“Secara umum, capaian tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu, baik dari jumlah peserta, penampilan siswa, maupun dedikasi guru pembimbing. Keberhasilan ini hasil kerja sama erat antara kepala sekolah, MGMP, panitia, pengawas, pembina, hingga perwakilan dari KCD dan KKS yang terlibat sebagai panitia maupun juri. Sinergi ini menjadi motivasi kuat untuk memajukan pendidikan dan menjadikan Kabupaten Bogor yang terdepan.”
Sementara itu Ketua MGMP Kusma Gumarang, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang otomotif tingkat Kabupaten Bogor berlangsung hari ini dengan sukses. Kegiatan ini melombakan tiga mata keahlian utama, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), Teknik Sepeda Motor (Motorcycle Maintenance), serta Perbaikan Bodi Kendaraan. Kepanitiaan yang dibentuk bersifat khusus dan hanya bertugas untuk pelaksanaan kegiatan hari ini.
Secara rinci, jumlah peserta yang ikut serta adalah 16 siswa untuk cabang Perbaikan Bodi, 21 siswa untuk Teknik Sepeda Motor, dan peserta Teknik Kendaraan Ringan yang berasal dari 2 sekolah berbeda. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 18 SMK bidang otomotif yang berpartisipasi dengan total 52 siswa. Setiap sekolah berhak mengirimkan minimal satu orang dan maksimal dua peserta untuk mewakili lembaganya.
Ketua MKKS SMKS KCD wilayah 1 bersama Pengawas dan Juri LKS TKR (foto : manabd)
“Penilaian dilakukan langsung di lokasi dan hasil ditetapkan pada hari yang sama. Parameter penilaian utamanya meliputi kecepatan pengerjaan, ketepatan bongkar pasang komponen, serta kualitas hasil akhir kerja. Khusus kategori kendaraan, indikator keberhasilan utamanya adalah apakah kendaraan dapat menyala dan berfungsi normal sesuai standar yang ditetapkan.”
Pihak juri mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang sering dihadapi peserta adalah kurangnya kebiasaan berlomba dalam suasana kompetisi. Selain itu, kendala teknis juga sering muncul, di antaranya kendaraan tidak mau menyala, atau menyala namun kinerjanya tidak normal. Biasanya, kesulitan ini terjadi karena ada gangguan pada bagian mekanik atau komponen kelistrikan yang sengaja dimodifikasi sebagai materi ujian. Tandasnya.
Dari seluruh peserta yang berlomba, nantinya akan ditetapkan pemenang Juara 1, 2, dan 3. Para juara ini selanjutnya akan ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Bogor untuk maju ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.














