megaswaranews.com, BOGOR — Sebanyak 32 band dari scene grunge akan berada dalam satu panggung dalam gelaran Grunge Indonesia Bersatu Vol. 1 di Kereta Malam Station Cafe, Parung, Kabupaten Bogor, 11 Oktober 2026.
Mengusung konsep “32 Bands, 1 Stage, 1 Family”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi musisi dan komunitas grunge dari berbagai daerah.
Bukan hanya pertunjukan musik, acara tersebut juga membawa semangat mempererat persahabatan dan jejaring scene grunge lokal.
Penggagas acara, Sonny Nonstop Vitamine, mengatakan pertemuan ini dibuat untuk mempertemukan berbagai elemen grunge tanpa sekat senioritas maupun kelompok.
“Ini bukan hanya soal musik. Yang ingin dibangun adalah persaudaraan dan kebersamaan antar sesama pelaku scene grunge di Indonesia,” kata Sonny, Sabtu (3/10/2026).
Puluhan band akan tampil secara bergantian sejak siang hingga malam. Beberapa di antaranya Moriez, The Bomb Track, Damarism, Cobain Stress, SMRT, Motsure, Khusut, Anti Nyeri, Badcat, Bloom Nemu, Karkun, hingga Nonstop Vitamine.
Memasuki sesi malam, panggung akan diisi The Hingar Bingars, Chucky Chaplin, Monster Replika, Out of Me, Pinosound, Play to Play, The Northside, Mafia Grunge, Babycry Is Die, Dollsteak, Roesuck, Cobain, dan Syndrome Noise.
Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup dengan Jamming All Star Grunge Band, yang mempertemukan para musisi dalam satu sesi kolaborasi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Distorsi Menolak Padam, Saatnya Garis Depan Bersatu.” Semangat tersebut menjadi upaya memperkuat hubungan antar komunitas yang selama ini berkembang di scene bawah tanah.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari sejumlah komunitas, di antaranya Militan, Chung Puncak Society, Tangerang Is Dead, Bekasi Poster, Jakarta Grunge, CGG, dan BSG.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 24.00 WIB. Panitia juga menyesuaikan rangkaian acara dengan waktu salat, termasuk jeda Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.
Bagi para pelaku scene, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berbagi panggung sekaligus membuka ruang kolaborasi. Musik menjadi titik temu, sementara persahabatan menjadi semangat yang ingin dipertahankan. ***
Editor : Edwin S














