megaswaranews.com, LEUWISADENG, KABUPATEN BOGOR— Semangat kebanggaan terhadap kekayaan warisan bangsa menyelimuti lingkungan SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, Bogor, pada Selasa (29/9/2026). Sekolah yang berkomitmen mencetak tenaga kesehatan muda ini menggelar acara besar bertajuk “Semarak Budaya Nusantara” dengan tema “Sehat Berbudaya, Budaya Menyehatkan”, mengajak seluruh warga sekolah untuk mencintai, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini diselenggarakan berkat dukungan penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Yayasan Delta Cendekia Mulia, serta semangat kolaboratif seluruh elemen sekolah, sejalan dengan semangat program “SMK Bisa–Hebat”.
MENGHIDUPKAN KEMBALI KEARIFAN LOKAL DI TENGAH ARUS ZAMAN
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, Fransisca Agustina, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan upaya strategis untuk menanamkan jati diri bangsa kepada para siswa di era yang serba berubah ini.
“Melalui pelestarian budaya, kita menjaga jati diri bangsa, memperkuat nilai-nilai luhur, dan membangun kehidupan yang lebih sehat — baik secara fisik, mental, maupun sosial. Budaya yang kita lestarikan bukan hanya warisan semata, tetapi juga sumber kebahagiaan dan kesehatan untuk masa depan,” ujar Fransisca Agustina.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pemilihan tema “Sehat Berbudaya, Budaya Menyehatkan” sengaja dipilih agar peserta didik memahami bahwa budaya dan kesehatan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Tradisi yang baik, sopan santun, gotong royong, dan rasa hormat kepada sesama adalah bagian dari “gaya hidup sehat” yang sesungguhnya — menjaga keseimbangan jiwa raga sekaligus mempererat persaudaraan.
“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini: bahwa menjadi sehat tidak hanya soal tubuh yang bugar, tetapi juga budi pekerti yang luhur. Ketika kita menjaga warisan leluhur, kita juga sedang menjaga keseimbangan hidup kita sendiri,” tegasnya.
KEGIATAN MERIAH DENGAN PESAN MENDALAM
Semarak Budaya Nusantara berlangsung penuh warna dan khidmat. Seluruh siswa, guru, serta undangan tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menghadirkan keindahan keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa. Panggung acara dimeriahkan dengan penampilan tarian daerah, nyanyian lagu-lagu perjuangan, pertunjukan seni musik tradisional, hingga pameran kearifan lokal yang dikelola langsung oleh para siswa.
Fransisca Agustina menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi para siswa untuk mengenal keragaman budaya di seluruh pelosok Nusantara. Bagi para calon tenaga kesehatan, wawasan luas tentang kebiasaan, tradisi, dan latar belakang budaya masyarakat akan sangat berguna saat mereka nanti berbakti di tengah masyarakat.
“Anak-anak kami akan bekerja di berbagai daerah, bertemu dengan beragam suku dan kebiasaan. Pemahaman budaya ini menjadi bekal penting agar mereka dapat melayani dengan hati, penuh rasa hormat, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka mengabdi,” ungkap Kepala Sekolah ini.
PESAN MENTERI KEBUDAYAAN: LESTARIKAN BUDAYA, BANGUN PERADABAN
Acara ini turut mengangkat pesan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon.) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang mengingatkan bahwa melestarikan budaya adalah kunci kemajuan bangsa. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, menjaga identitas menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda.
“Lestarikan Budaya, Bangun Peradaban.” Demikian pesan yang disampaikan, menegaskan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa tidak diukur dari kemewahan semata, melainkan dari kemampuan mempertahankan jati diri sekaligus berkontribusi bagi peradaban dunia.
Fransisca Agustina menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat yang berkobar pada hari ini tidak berakhir saat acara selesai. Sebaliknya, nilai-nilai yang dipelajari hendaknya terus dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari — di lingkungan sekolah, di rumah, hingga di tempat mereka nanti mengabdi.
“Mari kita jadikan budaya sebagai bagian dari gaya hidup kita. Budaya yang sehat melahirkan generasi yang kuat, bijaksana, dan berbudi pekerti luhur. Itulah warisan paling berharga yang dapat kita tinggalkan untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo kembali membuktikan diri tak hanya unggul dalam pendidikan keterampilan, tetapi juga berperan aktif dalam mencetak generasi penerus yang berakar kuat pada nilai luhur budaya bangsa — sehat jasmani, sehat rohani, dan bangga menjadi bagian dari Nusantara. (manabd)















