megaswaranews.com, CIOMAS– Dalam rangka memperingati 12 Muharram 1448 Hijriah, Pendopo Masigit Kahuripan Candi Ciomas menggelar rangkaian kegiatan budaya dan religi yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. Acara bertajuk “Nyukcruk Galur, Mapai Tapak, Sekar Giri Cempa” ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai wujud pelestarian warisan leluhur sekaligus momentum perenungan diri.
Kegiatan ini mengusung semangat menggali akar sejarah, meneladani jejak perjuangan, dan memperkuat jati diri masyarakat. Mengambil tempat di kawasan Candi Ciomas yang merupakan salah satu situs bersejarah penting di wilayah tersebut, acara ini memadukan nilai keagamaan dan kearifan budaya Sunda yang telah terjaga secara turun-temurun.
Mengusung tema yang mengandung makna mendalam, “Nyukcruk Galur” berarti menelusuri asal-usul dan garis keturunan, sedangkan “Mapai Tapak” bermakna meneladani jejak perjuangan dan kebaikan para pendahulu. Sementara “Sekar Giri Cempa” merupakan ungkapan yang menggambarkan keindahan dan kearifan yang tumbuh subur di tanah Ciomas. Sabtu (20/6/2026)
Salah satu pengurus Pendopo Masigit Kahiripan Candi Ciomas, Haerul Anwar, menyampaikan bahwa peringatan 12 Muharram ini diharapkan menjadi momen yang penuh makna, bukan sekadar seremonial belaka. “Kami ingin mengingatkan kembali bahwa peringatan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur selaras dengan ajaran agama untuk senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya
Rangkaian acara akan diisi dengan penampilan seni tradisional, pembacaan sejarah. Diharapkan, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah daerah, serta mengajak generasi muda untuk melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas bersama.
Masyarakat luas diundang untuk hadir dan meramaikan acara yang digelar di Pendopo Masigit Kahuripan Candi Ciomas ini. Semoga peringatan ini membawa berkah, memperkuat persatuan, dan menjadi pengingat untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama dan lingkungan sekitar. Pungkasnya***















