megaswaranews.com, PARUNG PANJANG– Rasa resah dan ketidaknyamanan melanda warga kampung lebaj ciung desa gorowong Kabupaten Bogor. Selama berbulan-bulan, warga menuntut tindakan nyata dari pihak pengelola menara telekomunikasi, dikarenakan kondisi bangunan dan tanah di sekitarnya yang dikhawatirkan rawan longsor, namun keluhan tersebut hingga kini tak kunjung ditanggapi secara serius. Sabtu sore (13/6/2026)
Salah satu warga, Iyan mengatakan Kekhawatiran warga bermula sejak 6 bulan lalu, saat ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau longsor di area pondasi menara. Pihak desa telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan menghubungi langsung pengelola menara, namun tidak ada respon sama sekali. Laporan kemudian diteruskan ke tingkat Kecamatan melalui Kanit setempat, hingga ke Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Sempat ada kedatangan pihak pengelola bersama Camat. Warga sudah menunggu dengan harapan ada perbaikan, tapi kenyataannya nihil. Waktu itu mereka hanya membuang tanah sekitar 2 sampai 4 truk saja, terasa seperti sekadar simulasi atau pamer belaka. Setelah itu hilang tak ada kabar lagi,”
Kondisi ini membuat warga merasa ketidakadilan. Warga merasakan dampak ketidaknyamanan, bahkan tidak bisa tidur nyenyak setiap malam karena was-was, sementara pihak pengelola dinilai hanya mementingkan keuntungan bisnis tanpa memikirkan keselamatan lingkungan sekitar. Apalagi mengingat musim hujan akan segera tiba, risiko longsor dinilai semakin mengancam nyawa dan rumah warga.
“Warga menggelar aksi dan menyampaikan tuntutan ini bukan tanpa alasan. Kekhawatiran kami diabaikan, keluhan kami tidak dihargai. Kami harap menara ini dipindahkan jika memang tidak sanggup diperbaiki. Kami juga memohon perhatian serius hingga ke tingkat Pemerintah Provinsi, agar Bapak Gubernur bisa turun tangan melihat keadaan kami yang sudah sangat mengkhawatirkan ini,” tegasnya.
Pihak BPD Gorowong, Mahdi, menyatakan siap mendampingi warga dan bertanggung jawab atas masalah ini, namun menekankan bahwa akar permasalahan ada pada kurangnya komitmen dan tanggung jawab pihak pengelola menara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola menara terkait tuntutan pemindahan dan perbaikan yang diminta warga.
Warga berharap ada solusi konkret secepatnya demi keselamatan bersama, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. pungkasnya ***















