megaswaranews.com, DRAMAGA – Momen penuh kehangatan dan nilai kebaikan menyelimuti halaman Masjid Al Malik, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pemerintah Desa Neglasari bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Malik dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa menggelar kegiatan perayaan sekaligus pembagian santunan bagi anak yatim, piatu, dan kelompok dhuafa setempat. Senin (29/6/2026)
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Dramaga serta Anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Wasto. Babinsa, bhabinkamtibmas Kehadiran tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan ini semakin menambah makna kebersamaan dalam kegiatan yang mengusung tema “Meraih Berkah dengan Berbagi” ini.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menyentuh sebanyak 185 orang yang dibagi ke dalam tiga kriteria penerima, yaitu Yatim usia 1–14 tahun 94 anak, Yatim usia 15–18 tahun yang masih bersekolah atau menempuh pendidikan di pesantren 58 anak, Piatu 33 anak.
Dana yang dikumpulkan berasal dari sumbangan sukarela warga melalui lingkungan RT dan RW di seluruh Desa Neglasari, yang kemudian diserahkan dan dikelola secara tertib oleh panitia PHBI untuk penyaluran santunan ini.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Wasto, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, meskipun bantuan sebenarnya dapat diserahkan secara sederhana dan langsung, namun pengelolaan yang disusun rapi melalui kepanitiaan yang dibentuk Pemerintah Desa Neglasari menjamin keterbukaan dan kejelasan penggunaan anggaran yang berasal dari sumbangan warga. Hal ini menjadi contoh tata kelola kebaikan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain memberikan apresiasi, H. Wasto juga menyampaikan informasi penting terkait kebijakan pendidikan, yakni adanya program Sekolah Rakyat yang disiapkan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.
Setiap anak yang disantuni menerima paket bantuan lengkap, meliputi uang tunai sebesar Rp550.000, perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis, Juz Amma, serta bingkisan makanan ringan. Seluruh bantuan tersebut dikemas dalam tas khusus bertuliskan “Terbang Cita dan Kasih Sayang Bersama Anak Yatim”, agar anak-anak merasa diperhatikan dan didukung untuk meraih masa depan cerah.
Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa membangun lingkungan yang peduli dan berkeadilan sosial.
“Anak yatim dan dhuafa adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Melalui santunan ini, kami ingin mereka tidak merasa terasing atau tertinggal, melainkan tumbuh percaya diri dan berharap. Bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban orang tua atau wali, tapi juga mendukung kebutuhan belajar dan kerohanian mereka,” ujarnya. Ia berharap tradisi kebaikan ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Malik, Ust. Agus Sukmadi sholeh, menekankan bahwa masjid harus menjadi pusat kegiatan sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya tempat ibadah semata.
“Kami berusaha menyediakan tempat dan fasilitas terbaik agar kegiatan ini berjalan lancar. Selain bantuan materi, kami juga menyertakan Juz Amma agar anak-anak tetap terjaga nilai keimanannya. Semoga setiap rupiah dan barang yang disumbangkan warga menjadi amal jariyah yang tak terputus kebaikannya,” tambahnya.
Ketua MUI Desa Neglasari Ust. Nurhalim, menilai kegiatan ini selaras dengan ajaran agama yang sangat memuliakan mereka yang menyantuni anak yatim. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah desa, tokoh agama, dan pengurus masjid menjadi kekuatan besar menjaga keharmonisan dan kesejahteraan warga.
“Menyatukan nilai agama dan kepedulian sosial adalah kunci menjaga kestabilan masyarakat. Pesan kami untuk anak-anak: tetaplah semangat, keberadaan kalian sangat berharga bagi Tuhan dan kita semua,” ungkapnya.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama, pembagian santunan secara simbolis, hingga pesan-pesan kebaikan untuk seluruh warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal langkah nyata membangun Desa Neglasari yang lebih beradab, rukun, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(*)














