megaswaranews.com, CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR — Pemerintahan Desa Ciaruteun Ilir tengah mengerjakan pembangunan Program Dayeuh Pajajaran di wilayah RT 05 RW 03, Kampung Ciaruteun Kaler. Kegiatan pembangunan ini dipantau langsung pada Senin (19/10/2026), dengan pekerjaan utama berupa pembangunan pagar pembatas, jalur penghubung, dan fasilitas pendukung lainnya sesuai rencana program yang telah disepakati bersama warga.
Wilayah yang menjadi lokasi proyek ini dikenal luas sebagai Kampung Bayam, julukan yang sudah melekat sejak zaman leluhur. Sebagian besar warga di lingkungan ini hidup dari hasil pertanian, menghabiskan waktu dari pagi hingga sore hari mengurus ladang‑ladang yang selalu hijau dan subur.
Kepala Desa Ciaruteun Ilir, Supandi, menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut dalam wawancara di lokasi proyek. “Kami sengaja memilih wilayah RT 05 RW 03 ini karena di sanalah pusat identitas pertanian desa kami. Sejak dulu nenek moyang kami hidup dari ladang bayam dan tanaman lain, jadi kami jadikan ini wajah utama Program Dayeuh Pajajaran,” ujarnya.
Salah satu proyek unggulan yang sedang dikerjakan adalah jalur penghubung sepanjang 300 meter yang menghubungkan wilayah Ciaruteun Kaler‑Munjul, Muara Prasasti hingga tembus ke Kecamatan Rumpin. Jalur ini dibangun dengan material bambu, dengan konsep suasana alami yang menonjolkan nuansa pertanian tradisional.
“Jalur ini bukan hanya jalan lewat, tapi juga akses bagi para petani untuk membawa hasil panen ke luar desa. Selain itu, kami harap bisa menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga Ciatuteun Ilir yang juga sebagian besar bermata pencaharian petani. Melihat jalur bambu ini, mereka teringat suasana bertani zaman dahulu,” tambah Supandi.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang telah mendukung terlaksananya Program Dayeuh Pajajaran di Desa Ciaruteun Ilir. Menurutnya, program ini menjadi dorongan bagi desa untuk mempertahankan identitas pertanian sekaligus meningkatkan potensi wisata lingkungan setempat.
Di akhir pernyataannya, Kepala Desa Supandi menghimbau seluruh warga untuk bersama‑sama menjaga semua fasilitas yang telah dibangun. “Saya mohon kepada seluruh warga, mari kita rawat dan jaga kebersihan fasilitas ini. Jangan sampai disalahgunakan, agar tetap indah, nyaman, dan bermanfaat untuk kita semua,” tegasnya.
Pemerintah desa berharap seluruh rangkaian pembangunan Program Dayeuh Pajajaran ini dapat selesai sesuai jadwal, sehingga segera dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat luas. ( manabd)















