megaswaranews.com, CIBINONG – Pemerintah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menggelar prosesi pengambilan air dan tanah atau Ngala Cai jeung Taneh di wilayah bersejarah Karadenan dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Tradisi ini digelar untuk mengenang leluhur sekaligus menjaga warisan budaya.
Prosesi berlangsung di area makam Mbah Raden Syafi’i bin Raden Nasib bin Pangeran Sanghyang, belakang Masjid Al Atikiyah, Karadenan Kaum. Kegiatan adat ini juga menampilkan nuansa Kerajaan Muara Beres yang diperankan anggota Sanggar Yayasan Seni Budaya Surawisesa Karadenan bersama tetua adat setempat.
Tetua adat Karadenan, R. Dadang Supadma, mengatakan tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga. Ia menegaskan kegiatan tersebut juga melambangkan persatuan dan harapan untuk kemakmuran wilayah.
Air yang digunakan berasal dari sumur Masjid Al Atikiyah yang disebut telah ada sejak 1667. Sumur tersebut masih dimanfaatkan warga dan dikenal sebagai sumur bersejarah.
Dadang berharap sejumlah lokasi bersejarah di Karadenan dapat ditetapkan sebagai situs warisan budaya agar nilai sejarah dan tradisi tetap terjaga.
(edi)















