megaswaranews.com, BOGOR – Proyek Strategis Nasional (PSN) pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor memasuki tahap penting. Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor resmi memasuki tahap groundbreaking dan ditargetkan rampung pada 2027.
Groundbreaking PSEL Bogor menjadi lokasi keempat dalam rangkaian pembangunan fasilitas pengelolaan sampah serupa setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali, Legok Nangka, dan Kota Bekasi.
Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengakhiri praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping, sekaligus mengurangi beban sampah yang selama ini masuk ke tempat pemrosesan akhir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulhas mengatakan pembangunan PSEL Bogor merupakan bagian dari rangkaian proyek besar pengelolaan sampah yang sedang dikerjakan pemerintah.
Ia menyebut fasilitas PSEL di Bogor ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027.
“Ini adalah langkah keempat dalam rangkaian pembangunan besar kami. Insya Allah di Bogor ini selesai tahun 2027,” kata Zulhas kepada awak media.
Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sampah yang besar, yakni mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 ton per hari.
Besarnya kapasitas menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan PSEL Bogor. Dalam keterangannya, Zulhas menyebut satu unit fasilitas dapat mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari.
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas PSEL diharapkan dapat menangani sebagian beban sampah harian yang masuk ke kawasan pengelolaan sampah.
“Kapasitasnya hebat, mencapai 3.000 hingga 4.000 ton per hari. Satu unit saja di sini mampu mengolah 1.500 ton. Artinya, separuh beban harian tertangani langsung, dan separuh sisanya menipiskan tumpukan masa lalu,” imbuhnya.
Kapasitas pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan penumpukan sampah, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.
PSEL Bogor Diharapkan Akhiri Praktik Open Dumping
Pembangunan PSEL Bogor juga dikaitkan dengan upaya mengakhiri praktik open dumping, yaitu pembuangan sampah secara terbuka yang selama ini masih menjadi persoalan dalam pengelolaan sampah.
Praktik tersebut menjadi perhatian karena pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir tidak hanya berkaitan dengan kapasitas lahan, tetapi juga dengan potensi dampak lingkungan.
Sejumlah kejadian kebakaran di lokasi pengelolaan sampah di Indonesia turut menjadi sorotan dalam persoalan tersebut. Dalam konteks wilayah Bogor, di antaranya kebakaran yang terjadi di TPAS Galuga, Kramatjati, hingga Bantargebang Bekasi pada beberapa waktu lalu.
Karena itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola pembuangan menuju pengolahan.
selain itu Keberadaan fasilitas PSEL Bogor diharapkan memberikan dampak terhadap pengelolaan sampah sekaligus kondisi lingkungan masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Dengan sistem pengolahan yang dirancang untuk menangani sampah dalam jumlah besar, fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah dan ketergantungan terhadap metode pembuangan terbuka.
Pembangunan tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih serta mengurangi risiko kebakaran dan potensi pencemaran air maupun udara.
Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan wilayah sekitarnya, penyelesaian proyek PSEL Bogor pada 2027 menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Reporter : Iman ABD
Editor : Hendiadam















