megaswaranews.com — Di antara deretan pembalap dunia yang berlaga di Kejuaraan Dunia Moto2, nama Mario Suryo Aji menjadi kebanggaan sekaligus harapan bagi Indonesia. Pembalap kelahiran Magetan, Jawa Timur, ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing di level tertinggi dunia balap motor internasional.
Data Pribadi Mario Suryo Aji
Mario Suryo Aji lahir pada 16 Maret 2004 di Magetan, Jawa Timur. Ia berkebangsaan Indonesia dan dikenal dengan nomor balap 64. Memiliki tinggi badan 173 cm dan berat 72 kg, saat ini ia memperkuat tim Idemitsu Honda Team Asia di kelas Moto2, menunggangi motor Kalex dengan mesin Triumph 765cc. Rekan setimnya di musim 2026 adalah Taiyo Furusato.
Awal Mula Perjalanan Hingga Disaksikan Ratusan Juta Mata Diseluruh Dunia
Cinta Mario terhadap dunia balap tumbuh sejak usia sangat muda. Diperkenalkan oleh ayahnya yang juga seorang pembalap, Mario mulai menekuni olahraga motocross sejak usia 10 tahun. Sejak saat itu, ia bertekad menjadikan balap lebih dari sekadar hobi.
Kedisiplinannya sudah terlihat sejak masa sekolah. Setiap hari setelah pulang sekolah, saat teman-temannya naik angkutan umum pulang, Mario justru berlari menjalani latihan fisik yang sudah disiapkan sang ayah. Orang tuanya juga menerapkan aturan ketat, meski sudah punya SIM, Mario tidak diizinkan mengendarai motor di jalan raya, hanya di sirkuit.
Jejak Karier Mario Suryo Aji
Perjalanan menuju panggung dunia tidak diraih dalam semalam. Mario menapaki tangga karier dengan sabar dan tekad yang kuat. Pada tahun 2018, Mario mengikuti Idemitsu Asia Talent Cup dan berhasil menempati peringkat ke-5 dengan mengoleksi 4 podium dan 1 kemenangan.
Ia juga tampil di Asia Road Race Championship kelas 250cc dan menempati posisi ke-6. Selama periode 2019 hingga 2021, Mario berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup serta FIM CEV Repsol Moto3 dan secara konsisten berhasil masuk 15 besar. Pada tahun 2021, ia melakukan debutnya sebagai pembalap tamu di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia .
Musim penuh pertamanya di Moto3 dimulai pada tahun 2022. Momen terbesar terjadi di Grand Prix Indonesia Mandalika, saat ia berhasil start dari barisan depan di hadapan ribuan pendukungnya sendiri. Musim ini ditutup dengan 5 poin dari dua kali finis di zona poin. Sementara pada tahun 2023, di musim keduanya di kelas Moto3, Mario berhasil mengoleksi 4 poin .
Tahun 2024 menjadi babak baru karena Mario resmi naik kelas ke Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Musim pertama di kelas ini lebih banyak digunakan sebagai masa adaptasi, dengan hasil terbaik berupa posisi ke-15 dan total 4 poin yang dikantongi.
Memasuki tahun 2025, Mario mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Di Grand Prix Amerika di sirkuit COTA, ia berhasil finis di posisi ke-9, sekaligus mencatat sejarah sebagai hasil terbaik pembalap Indonesia sepanjang kompetisi Moto2.
Ia juga untuk pertama kalinya berhasil lolos langsung ke babak kualifikasi Q2 di Grand Prix Thailand. Namun musim itu tidak mudah karena Mario menderita cedera bahu kanan yang membuatnya absen beberapa seri, sehingga musim ditutup dengan 8 poin di peringkat ke-26 .
Hingga tahun 2026, Mario tetap dipertahankan oleh tim untuk musim ketiganya di Moto2. Ia berhasil meraih poin pertamanya musim ini di seri Brasil pada Maret 2026. Di kandang sendiri, saat Grand Prix Indonesia Mandalika berlangsung pada awal Oktober 2026, Mario tampil penuh semangat dan percaya diri meski harus berjuang di tengah persaingan yang ketat.
Sebagai salah satu dari sedikit pembalap Indonesia yang berkompetisi di level tertinggi Kejuaraan Dunia Moto2, Mario Suryo Aji membawa harapan bangsa di setiap balapannya. Langkah demi langkah, ia terus menorehkan sejarah baru dan membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing di kancah internasional. (Lison A Putra/megaswaranews)















